Bantu Penuhi Kebutuhan Listrik Cianjur, Kemensos Sediakan Panel Surya

detik 07-12-22 10:37 umum

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya membantu kebutuhan para pengungsi gempa di Cianjur, Jawa Barat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan listrik. Kali ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemensos menyediakan sumber aliran listrik berupa solar cell atau sel surya. Sumber aliran listrik dengan solar cell (panel surya) mengutamakan prinsip efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga tidak akan membebankan para penyintas. Bantuan listrik ini diketahui diberikan di posko pengungsian Lapangan Cariu Mangunkerta, posko pengungsian di Lapangan Jagaraksa Warungkondang, posko pengungsian Desa Ciputri Kec. Pacet dan posko pengungsian Desa Nyalindung Kampung Haregem. Posko pengungsian tersebut kini menjadi beberapa contoh pengungsian yang memanfaatkan tenaga surya sebagai alternatif sumber listrik. Kepala Sentra Terpadu 'Kartini' Temanggung, Rachmat Koesnadi mengatakan bantuan ini diberikan atas perintah Menteri Sosial, Tri Rismaharini setelah berkunjung langsung ke lokasi bencana. Ia langsung mengarahkan jajarannya untuk merespon cepat segala kebutuhan para pengungsi, termasuk kebutuhan listrik. Baca juga: Kemensos Hadirkan Fasilitas Cetak Ulang Identitas di Cianjur "Beliau langsung menginstruksikan pemasangan solar cell, walaupun masih terbatas namun sangat membantu saat darurat, sambil menunggu aliran listrik PLN dapat kembali beroperasi," ujar Rachmat dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022). Diketahui, awalnya hanya terpasang satu panel solar cell, namun sekarang sudah terpasang 4 panel dengan kapasitas 2000 W. Dengan 4 panel tersebut bisa digunakan untuk menopang penerangan dapur umum yang beroperasi mulai dari dini hari pukul 02.00 WIB hingga 21.00 WIB. Seluruh lapangan bola yang jadi posko pengungsian juga terbantu dengan penambahan beberapa panel kecil yang dipasang di antara tenda-tenda pengungsian sebagai penerang jalan sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman. "Kebetulan di sini suasananya ada panas. Pagi hingga siang matahari cukup terik sehingga bisa mengisi solar cell. Mendung dan hujan biasanya turun antara jam 2 sampai sore. Tapi cukup buat mengisi solar cell. Kalau udah gelap langsung kita nyalakan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas," kata Rachmat. Baca juga: Maksimalkan Pemulihan Cianjur, Kemensos Bangun Palet-Sekolah Darurat Sementara itu, Sub Koordinator Pemenuhan Kebutuhan Dasar Kemensos sekaligus Fungsional Pekerja Sosial di posko pengungsian Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Fahri Isnanta mengatakan bantuan ini membuat pengungsi merasa aman karena dengan adanya listrik, posko bisa menjadi terang. "Adanya pemasangan solar cell membuat masyarakat merasa aman untuk ke fasilitas umum yang tersedia di lingkungan pengungsian pada malam hari, khususnya bagi kelompok rentan," katanya. Fahri menambahkan adanya solar cell kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) juga dapat tetap terlaksana di malam hari, khususnya bagi bapak-bapak yang saat siang tidak berada di pengungsian dan anak-anak yang pada pagi bersekolah di sekolah darurat. "Misalnya aktivitas sholat berjamaah, pengajian, nonton bareng, dan diskusi kelompok masyarakat," katanya. Simak juga 'Komunitas Indonesia di Los Angeles Galang Dana untuk Cianjur':