Kemensos Bikin Sumur Bor untuk Pasok Air Bersih Pengungsian di Cianjur

detik 04-12-22 13:02 umum

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) membuat sumur bor untuk memasok tambahan air bersih di Cianjur, Jawa Barat. Pasokan air diarahkan ke beberapa lokasi pengungsian seperti di Lapangan Jagaraksa Kecamatan Warungkondang dan Lapangan Cariu Mangunkerta, Kecamatan Cugenang. "Bu Menteri Sosial mengarahkan untuk melakukan pengeboran air agar bisa digunakan untuk warga pengungsi. Tentu di kondisi bencana dan tempat pengungsian ini kebutuhan air bersih sangat besar, maka pasokannya harus memadai," kata Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Rahmat Koesnadi dalam keterangan tertulis, Minggu (4/12/2022). Rahmat mengungkapkan proses pengeboran air cukup sulit, karena di dalam tanah banyak bebatuan. Hal itu mengakibatkan mata bor rusak dan suku cadang harus didatangkan dari Bandung sehingga pengerjaan tertunda. Alhasil pengeboran baru selesai setelah 7 hari. Rahmat menambahkan curah hujan tinggi dari sore hingga malam selama pengeboran juga menyebabkan pekerjaan sedikit terganggu. Demi mengejar waktu, kata dia, pengeboran dikerjakan hingga malam hari. Setelah pengeboran selesai, sumur dapat mengeluarkan air bersih setelah mencapai kedalaman 32 meter. Air bersih lantas disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 550 pengungsi dan 100 petugas yang terdiri dari tim Kemensos, Tagana, relawan, TNI/Polri di posko Warung Kondang. Dalam sehari, air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan petugas mencapai 10.000 liter. Selain untuk mandi, lanjut Rahmat, air bersih sangat dibutuhkan untuk mencuci, berwudhu hingga memasak di dapur umum. Pasokan air bersih ini ditampung di tujuh tandon air ukuran 1.100 liter dan 2.200 liter. Penyediaan tandon air merupakan kolaborasi dari Kemensos dan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat. Para pengungsi bersyukur ada tambahan pasokan air bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan. "Awalnya agak susah dapat air, kudu ka luhur (harus ke atas) ka mata air. Tapi Alhamdulillah setelah dibantu Kemensos jadi ada terus airnya. Butuh tiap pagi, apalagi untuk wudhu, mandi, nyuci. Sekarang semua kecukupan air," ungkap salah satu pengungsi, Egeg Widianti. Pengelolaan bor air ini merupakan kolaborasi UPT dan Direktorat Teknis Kemensos, yaitu Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Sentra Handayani Jakarta, dan Direktorat PSKBA. Pengeboran juga dilakukan di Posko Lapangan Cariu Kecamatan Cugenang. Saat ini sudah mencapai kedalaman 30 meter, namun karena kondisi tanah yang berbatu, proses pengeboran masih terhambat. Selain pengeboran sumur, Kemensos juga menyediakan penjernih air di tiga titik pengungsian, yaitu di Lapangan Jagaraksa Kecamatan Warungkondang, Lapangan Cariu Kecamatan Cugenang, dan Desa Nagrak Kecamatan Cianjur. Di Desa Nagrak, sampel air hasil penjernihan sedang dalam pengecekan kelayakan di laboratorium puskesmas, untuk mengetahui apakah air bisa untuk dikonsumsi/siap minum.