Ini Tarian Penyambung Persaudaraan di Temanggung, Ada Filosofinya Lho!

detik 29-11-22 08:10 travel

Jakarta - Jika ada tarian yang bisa menyambung persaudaraan, maka Jaran Kepang adalah tarian itu. Ada makna dan filosofi mendalam di balik tarian ini. Simak ya! Seribuan pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dan atas terlihat berbaris rapi di alun-alun Kabupaten Temanggung, Minggu pagi (27/11). Sejurus kemudian mereka yang mengenakan ikat kepala, rompi, kostum warna-warni, dan wajah yang dirias sedemikian rupa mulai bergerak rancak mengikuti irama musik gamelan. Lenggak-lenggok perwakilan dari 423 sekolah itu seperti tengah menunggang seekor kuda. "Ini namanya tari Jaran Kepang, mba," kata Budayawan Temanggung Lukman Sutopo di sela-sela acara. Tarian ini mempergunakan alat peraga berupa jaranan (kuda-kudaan) yang bahannya terbuat dari kepang (bambu yang dianyam). Di daerah lain disebut Kuda Lumping karena kudanya terbuat dari kulit lumping (kulit) atau kulit bambu yang dianyam. Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq bersama para pejabat teras di Temanggung ikut memeriahkan tarian massal Jaran Kepang. (Sulistiyono Wahono / Pemkab Temanggung) Pemerintah Kabupaten Temanggung sengaja menggelar tarian massal itu sebagai upaya melakukan regenerasi, sekaligus menjaga jati diri dan harga diri masyarakat Temanggung. "Di Temanggung ada 284 desa, ada 800 kelompok kesenian," kata Sutopo. Sutopo menjelaskan, sejarah Jaran Kepang Temanggung sudah ada sejak tahun 1903 berdasarkan dokumen sejarah Belanda di wilayah lereng Gunung Sumbing. Menurut cerita sesepuh di sana, kesenian Jaran Kepang biasa dimainkan para petani tembakau dan kopi sebagai wujud suka cita karena panen. Baca juga: Ini Talang Londo, Sudut Berbeda dari Magelang Tak cuma itu. jika satu desa menggelar acara adat seperti bersih sungai misalnya, warga desanya diundang dan turut memeriahkan acara dengan modal sendiri. "Tradisi kesenian Jaran Kepang Temanggung ini seperti rantai emas untuk penyambung paseduluran (persaudaraan)," kata Sutopo. "Aku senang menari Jaran Kepang, latihannya seminggu. Aku mau nari Jaran Kepang sampai besar," kata Adib, siswa kelas IV SD di Temanggung. Adib dan kawan-kawan penuh semangat mengikuti Tarian Jaran Kepang Foto: (Elvy Yusanti/Istimewa) Sejak pagi bocah berperawakan mungil itu berada di alun-alun lengkap dengan kemeja putih tangan panjang dipadu kostum warna merah dan riasan khas penari Jaran Kepang. Tidak lupa, udeng di bagian kepala yang menambah gagah penampilan Abid. Alfiona, Kristin, Aulia dan Rega dari SMK Swadaya kelas X dan XI juga mengaku bangga bisa terlibat dalam acara tari massal Jaran Kepang. Mereka berlatih selama dua minggu sebagai mata pelajaran ekstra kurikuler. "Ini pengalaman baru dan kami sangat senang melakukannya," kata Kristin. Saat membuka acara, Bupati Temanggung H. Muhammad Al Khadziq mengungkapkan bahwa antusiasme para pelajar untuk mengikuti acara tersebut membuat jasa persewaan kostum dan penata rias laris. "Semoga Jaran Kepang lestari dan menjadi identitas lokal yang menasional," kata Al Khadziq. Baca juga: Tips Traveling ke Nepal van Java Magelang di Musim Hujan Ketua PKK Kabupaten Temanggung Eni Maulani Saragih, Ketua DPRD Yunianto SP, serta para petinggi lainnya di Kabupaten Temanggung dia ikut berlenggak-lenggko menari Jaran Kepang di atas panggung. Mengenakan baju lurik lengkap dengan udeng dan Jaran Kepangnya, mereka menari dengan luwes dan semangatnya tak kalah dengan para siswa. Simak Video "Di Bawah Guyuran Hujan, Massa Aksi 411 Tetap Bertahan di Patung Kuda"