Kirab Gunungan Gendis, Wujud Syukur Masyarakat Desa Tlogopucang Temanggung atas Limpahan Rezeki

magelangekspres 07-11-22 08:01 nasional

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan rezeki yang melimpah serta dihindarkan dari segala marabahaya, warga Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan menggelar Kirab Gunungan Gendis (gula), Sabtu (5/11). Sebagai desa penghasil gula aren dan gula merah (gula jawa), masyarakat di desa yang berada di ujung utara kabupaten penghasil tembakau ini tidak lepas dengan aktivitas nderes (mengambil air nira dari pohon aren dan kelapa). Oleh karena itu dalam Kirab Gunungan Gendis ini juga digelar tradisi jamasan alat deres, dengan harapan alat deres ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menghasilkan air nira yang banyak dan dengan kualitas bagus. Alhamdulillah selama ini masyarakat sudah diberi rezeki yang melimpah dan keselamatan, ungkap kepala dusun di desa setempat, Subarno. Menurutnya, tradisi kirab gunungan gendis dan jamasan alat deres ini sudah beberapa kali tidak digelar karena pandemi Covid-19, di mana tidak diperbolehkan ada kerumunan dan kegiatan lainnya. Sekarang sudah bisa digelar kembali, masyarakat sangat bersyukur hingga saat ini masih diberi keselamatan dan bisa lepas dari belenggu Covid-19, tuturnya. Sebenarnya tidak hanya sebagai penghasil gula aren dan gula merah saja, Desa Tlogopucang ini juga dikenal sebagai desa penghasil kopi robusta. Mayoritas penduduk di desa ini berprofesi sebagai perajin gula aren dan petani kopi robusta. Ada yang perajin gula aren, ada yang gula jawa dan ada juga yang bertani kopi, tapi rata-rata memang punya kebun kopi, tutur Risan salah satu petani kopi di desa setempat. Dalam tradisi ini Bupati Temanggung, HM Al Khadziq berkesempatan melakukan jamasan alat deres aren. Acara Kirab Gunung Gendis dimulai dari halaman rumah kepala desa menuju Gelanggang Olahraga Legenda Desa Tlogopucang. Rombongan warga dengan berbagai tema berjalan mengikuti bupati dan kepala desa yang menunggang kuda mengenakan pakaian adat. Selanjutnya, setelah sampai gedung desa dilakukan jamasan alat deres gula oleh bupati. Berbagai peralatan deres tersebut adalah yang biasa digunakan oleh petani Desa Tlogopucang untuk mengambil nira sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Bupati Al Khadziq mengaku sangat bangga, selain diadakan Kirab Gunung Gendis, juga dilaksanakan pameran produk-produk dari masyarakat Desa Tlogopucang. Saya meminta kepada seluruh masyarakat yang datang untuk membeli produk-produk kita sendiri. Jangan lupa promosikan dan pasarkan produk dari Tlogopucang keluar desa, kalau bisa sampai keluar kabupaten, katanya. Dengan diadakan acara ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat diberikan keberkahan dengan rezeki yang melimpah, kesehatan, panjang umur dan diberi anak cucu yang sholeh dan sholehah. (set)