Duh! Harga Tembakau di Panen Tahun Ini Tidak Sesuai Harapan Petani

magelangekspres 05-10-22 08:18 nasional

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Harga jual tembakau rajangan kering di panen raya tahun 2022 ini masih jauh dari harapan. Hingga menjelang akhir panen raya tahun ini harga masih berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Tukarmin (56) salah satu petani di Desa Legosari Kecamatan Tlogomulyo menuturkan, panen raya tembakau tahun ini merupakan mimpi buruk bagi petani, harga jual tembakau jauh di bawah biaya tanam hingga biaya panen raya. Menurut dia, tembakau terbaik saat ini hanya dibeli Rp50.000 per kilogram, padahal kualitasnya sudah mencapai grade D. Biasanya dalam kondisi normal tembakau dengan kualitas grade D ini lebih dari Rp90.000 per kilogram. Harganya hancur, jika kondisinya seperti ini terus petani pasti merugi, tuturnya, kemarin. Ia merincikan, biaya tanam tembakau saat ini cukup mahal, mulai dari harga pupuk kandang yang mencapai Rp2 juta dalam satu truknya, biaya olah tanah yang lebih dari Rp3 juta dalam satu hektarnya. Tingginya biaya tersebut belum lagi ditambah dengan mahalnya pupuk khusus untuk tembakau, di mana tembakau membutuhkan pupuk Fertila dan KNO3. Pupuk jenis ini tidak disubsidi oleh pemerintah. Jika ditotal biaya tanam dalam satu hektar paling tidak memakan biaya Rp45 juta hingga Rp55 juta, itu tenaga sendiri juga tidak dihitung, jelasnya. Keluhan serupa juga diungkapkan oleh petani tembakau lainnya dari Desa Batur sari Kecamatan Kledung Daroji (49). Menurutnya, panan raya tembakau dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini tidak pernah bagus. Di tahun 2020 dan 2021 lalu, karena alasan pandemi Covid-19, harga jual tembakau anjlok. Penyerapan tembakau tidak maksimal, karena harus mematuhi protokol kesehatan. Dan panen raya tembakau tahun ini harga jual tembakau juga masih belum berpihak kepada petani karena alasan cuaca yang tidak menentu. Tiga tahun terakhir ini harganya sama di antara Rp35.000 hingga Rp45.000, tuturnya. Dengan harga jual ini petani sudah dipastikan akan merugi, karena biaya tanam, perawatan hingga panen raya sudah sangat tinggi. Menurutnya, petani akan mendapatkan keungtungan jika harga jual tembakau lebih dari Rp75.000 per kilogram, namun yang terjadi saat ini harga jual masih jauh di bawah angka tersebut. Ia berharap, pemerintah bisa andil dalam hal ini, sehingga petani tembakau bisa terbantu. Tidak hanya soal harga jual tembakau saja, namun permasalahan lain yang menyebabkan petani tidak pernah menikmati harga tembakau yang bagus. Mulai dari cara penjualan, hingga aturan-aturan yang ada, pemerintah seharusnya bisa turut andil membantu petani, sehingga petani tembakau bisa lebih sejahtera, tidak seperti saat ini, harapnya. (set)