BPBD Temanggung: Permintaan bantuan air bersih 2022 minim

antarajateng 01-10-22 10:10 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Toifur Hadi menyampaikan bahwa permintaan bantuan air bersih pada musim kemarau 2022 ini sedikit. "Bahkan tidak ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat umum, permintaan bantuan hanya datang dari beberapa sekolah dan pondok pesantren," kata Toifur di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat. Ia menyampaikan kemarau tahun ini bersifat basah sehingga meskipun kemarau masih sering terjadi hujan sehingga sumber air tidak sampai mengering. Menurut dia, sebenarnya BPBD Kabupaten Temanggung tahun ini telah menyiapkan anggaran penyaluran bantuan air bersih ke daerah kekeringan sebanyak 300 tangki. "Musim kemarau tahun lalu permintaan air bersih dari masyarakat sampai ratusan tangki. Namun, saat kemarau ini hingga akhir September 2022 baru belasan tangki yang tersalurkan," katanya. Toifur menuturkan permintaan bantuan air bersih, antara lain dari SMP Negeri 2 Selopampang, SMK Bhakti Karya Kaloran, SDN 2 Jetis Selopampang, SDN 2 Tanggulanom Selopampang, SDN 1 Tanggulanom Selopampang, Ponpes Nurul Quran Losari Tlogomulyo. "Total penyaluran air bersih yang kami lakukan selama musim kemarau ini baru 16 tangki," katanya. Dia berharap bagi masyarakat yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih silakan mengajukan bantuan air bersih ke BPBD melalui desa/kelurahan setempat.