Doa Bersama Seniman Panggung untuk Sesama Profesi Korban Laka di Kertek

magelangekspres 13-09-22 16:16 nasional

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Sebagai bentuk ungkapan rasa empati dan duka mendalam atas kepergian para mendiang rekan seprofesi mereka yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan di Simpang Empat, Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo beberapa hari lalau, ratusan penggiat seni hiburan panggung menggelar doa bersama di Pendopo Kawedanan, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Senin (12/9/2022) malam. Menurut Koordinator Kegiatan, Rubiyanto, doa bersama ini digelar tepat bersamaan dengan peringatan tiga hari kepergian para mendiang. Selain wujud solidaritas, acara yang berjalan penuh aroma duka tersebut juga sebagai wujud belasungkawa mendalam dari para pelaku entertaint atau seniman-seniwati panggung hiburan. Tepat pada peringatan tiga hari usai kepergian rekan-rekan sesama pelaku dunia hiburan panggung yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan memilukan di Kertek, Wonosobo kemarin, kami secara spontanitas menggelar doa bersama ini. Ternyata dukungan moril spriritual yang datang mengalir deras, terangnya. Lanjutnya, acara malam itu diikuti oleh mereka yang berasal dari banyak komunitas. Mulai pemain kendang, master of ceremony atau MC, pemain keyboard, video shooting, Momy Singers, hingga pengusaha tarub atau tenda. Mereka tak hanya berasal dari Kabupaten Temanggung saja, namun juga dari wilayah lain seperti Kabupaten Wonosobo, Magelang, Semarang, hingga Solo Raya yang meliputi sejumlah daerah. Gelombang kedatangan mereka mengalir begitu saja atas inisiasi sendiri tanpa ada yang mengundang. Hanya karena sama-sama memiliki rasa empati atas duka mendalam atas kepergian rekan sesama profesi yang meninggal dunia usai mencari rejeki bersama-sama, ungkapnya. Sebelumnya diberitakan, peristiwa kecelakaan memilukan terjadi di Simpang Empat, Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo pada Sabtu (10/9/2022) dini hari sekitar pukul 2.00 wib. Tragedi tersebut melibatkan satu unit bus pariwisata yang menabrak sejumlah kendaraan dan tugu diduga akibat rem blong. Enam dari total tujuh korban tewas merupakan penumpang kendaraan pick up L300 yang tak lain merupakan salah satu rombongan kelompak kesenian campursari yang tengah melintas usai menerima job tanggapan daerah Margolangu, Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Mereka adalah Nur Suwarto, Andy Bachtiyar, dan Ponijan ketiganya warga Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Kemudian Yuliyani, warga Janggleng, Desa Tlogowungu,Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung dan Dita, warga Prupuk Lor, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung dimana keduanya adalah penyanyi kelompok campursari. Serta Supono, pengemudi L300, warga Pagerotan, Pagerejo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. (riz)