Dinas Ketahanan Pangan Jateng intensifkan pengawasan pangan segar tumbuhan

antarajateng 20-07-22 08:12 ekonomi

Semarang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan pengawasan pangan segar dari tumbuhan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus sebagai bentuk perlindungan kepada warga sebagai konsumen. "Pengawasan dilakukan sebagai bentuk pemenuhan tugas dinas sebagai otoritas kompeten keamanan pangan (OKKP)," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari di Semarang, Selasa. Menurut dia, pengawasan secara rutin maupun insidentil telah dilakukan sedikitnya pada 39 pasar rakyat dan toko swalayan di 15 kabupaten/kota se-Jateng. Dalam kegiatan pengawasan dilakukan pengambilan contoh untuk pengujian secara kualitatif menggunakan Rapid Test Kit G9 Pesticide atau secara kuantitatif dengan menggandeng Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech Bogor. "Adapun pengambilan sampel uji cepat pestisida dilakukan pada beberapa sayuran dan buah diantaranya sawi, labu siam, daun bawang, kacang panjang, cabai rawit merah, stroberi, anggur, kiwi, apel, dan melon," ujarnya. Baca juga: Banyumas optimistis anomali cuaca tidak pengaruhi tanaman pangan Selain uji cepat adapula Tim OKKPD juga mengirimkan contoh komposit cabai merah keriting, kubis, dan kacang tanah ke laboratorium. "Hasil uji cepat menunjukkan keseluruhan contoh sayur dan buah yang diambil di pasar rakyat dan toko swalayan, tidak terindikasi mengandung pestisida, namun hasil uji laboratorium menunjukkan terdapat tujuh contoh komposit cabai merah keriting mengandung residu profenofos melebihi batas maksimum residu," katanya. Dyah mengimbau masyarakat agar terlebih dulu mencuci sayur dengan air mengalir untuk mengurangi kadar profenofos yang merupakan salah satu bahan aktif dalam insektisida yang digunakan menyemprot tanaman. "Masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap waspada, jika hendak mengonsumsi sayur cuci terlebih dulu dengan air mengalir untuk mengurangi kadar profenofos," ujarnya. Kalangan petani juga diajak ikut berpartisipasi menjaga pangan aman dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran dan ramah lingkungan. Baca juga: Menanam pangan di rumah berarti menanam obat Baca juga: Temanggung anggarkan Rp3,4 miliar untuk subsidi tanaman pangan Baca juga: Wujudkan ketahanan pangan, Boyolali kembangkan padi gogo