Konstruksi Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Ditangani Adhi Karya

kompas 23-04-22 13:45 properti

JAKARTA, KOMPAS.com - PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. mendapat kepercayaan untuk menangani pekerjaan konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 (Seksi 1 dan Seksi 6). Bahkan telah dilakukan kegiatan penandatanganan Surat Perjanjian Layanan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket di Jakarta. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Oemi Vierta Moerdika dengan General Manager Departemen Infrastruktur II PT Adhi Karya, Harimawan selaku Kuasa KSO dari ADHI dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Paket 1 (Seksi 1 dan Seksi 6) memiliki nilai total pekerjaan sebesar Rp 5,03 triliun, dengan masa waktu pekerjaan proyek selama 730 hari kalender atau sekitar 2 tahun. Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan yakni pembangunan jalan utama, jembatan sungai dan lalu lintas, underpass dan overpass, serta simpang susun (SS). Akan ada 2 simpang susun yang akan dikerjakan oleh Adhi Karya yakni SS Banyurejo, dan Ambarawa. Seksi 1 dan Seksi 6 akan dibangun dengan struktur elevated dan at grade. Saat ini, pembebasan lahan di target lokasi proyek hampir selesai dilakukan, sehingga pekerjaan konstruksi dapat segera dilaksanakan. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen direncanakan akan dibangun sepanjang 75,82 Km. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yakni Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 Km dan provinsi DIY sepanjang 8,77 Km. Ruas tol ini akan dibangun dalam 6 seksi jalan, antara lain Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sejauh 8,25 Km, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur sepanjang 15,26 Km, Seksi 3 Borobudur-Magelang 8,08 Km. Kemudian Seksi 4 Magelang-Temanggung 16,64 Km, Seksi 5 Temanggung-Ambarawa 22,56 Km, dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen 5,21 Km. Direktur Utama Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dalam pembangunannya tetap mempertahankan keasrian alam dan keindahan cagar budaya yang ada. Nantinya proyek jalan ini akan berada tidak jauh dari jalur menuju Candi Borobudur, sehingga memudahkan akses bagi para wisatawan. Selain itu, jalan tol ini direncanakan akan dilengkapi dengan terowongan tidak akan mengganggu topografi pegunungan dari daerah tersebut.