Duh, 9 Daerah di Jawa Tengah Ini Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

tribunnews 12-09-17 00:04 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang merilis peringatan dini kekeringan di Jawa Tengah. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko menyampaikan ada dua kategori wilayah kekeringan. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-Inside-MediumRectangle'); }); "Ada kekeringan ekstrem, ada kekeringan sangat panjang," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Senin (11/9/2017). Kategori kekeringan ekstrem berarti tiada hujan selama lebih dari 60 hari. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di 9 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Masing-masing Banyumas (Lumbir), Pemalang (Kajene), Pati (Cabean, Kedung), Grobogan (Nglejok, Purwodadi, Kepoh), Klaten (Cokrotulung, Karangnongko), Batang (Gamer, Dracik), Blora (Randublatung), Karanganyar (Jatipuro), dan Sragen (Karangmalang). Kekeringan sangat panjang berdurasi tiada hujan antara 31-60 hari. Sejumlah daerah yang terimbas kekeringan sangat panjang adalah Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Kabupaten Semarang, Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, dan Wonogiri. "Kami mengimbau warga Jateng lebih menghemat air," imbuh Iis. (*)