Temanggung Luncurkan Varietas Baru Tembakau Kemloko

antarajateng 07-09-17 18:03 ekonomi

Temanggung, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang, Jawa Timur, meluncurkan varietas baru tanaman tembakau yakni kemloko IV, V, VI agribun. Bupati Temanggung Bambang Sukarno di Temanggung, Kamis, mengatakan varietas Kemloko IV, V dan VI agribun diluncurkan setelah dinyatakan lolos uji, dan petani sudah bisa memperoleh benihnya di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Temanggung. Ia mengatakan peluncuran varietas tembakau baru bertepatan pada masa panen tembakau 2017, setelah ditanam untuk diambil bijinya guna dibudidayakan masyarakat. Ia menuturkan musim tahun ini sangat mendukung untuk budi daya tanaman tembakau. Hal ini dibuktikan dengan kualitas tembakau yang dihasilkan. Hasil dari variets Kemloko IV, V dan VI agribun di lahan juga bagus. "Varietas ini lebih baik dibanding pendahulunya, yakni kemloko I, II, dan III yang diperkenalkan dan ditanam petani dalam 15 tahun terakhir. Semoga varietas ini dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, mengatakan pengujian dilakukan selama tiga tahun dan merupakan suksesor dari bibit varietas unggul sebelumnya, yakni kemloko I, II, III. Tembakau ini memiliki beberapa keunggulan dibanding pendahulunya. "Kemloko I, II, III, itu sudah berusia sekitar 15 tahunan dan kondisi di lapangan sudah banyak mengalami degradasi. Oleh karena itu, sejak tiga empat tahun lalu kami mengadakan kerja sama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas. Saat ini kami telah berhasil mengembangkan kemloko IV, V, VI sudah diuji dan dinyatakan lolos untuk diteruskan kepada masyarakat," katanya. Ia mengatakan benih kemloko IV, V, VI sejumlah 60 gram bahkan sudah dibiakkan di dua lokasi, yakni di Nampirejo dan Bakungan Tlogorejo, Kecamatan Temanggung. Harapannya nanti bisa menghasilkan 80 sampai 100 kilogram dan bisa ditanam di lahan seluas 10.000 hektare. Menurut dia kelebihan kemloko IV, V, VI ini postur dan performanya lebih besar, daun lebih panjang lebar bulat, batang lebih kuat. Tahan terhadap tiga penyakit yang biasa menyerang tanaman tembakau, yaitu penyakit nematoda, bakteri, dan jamur yang sering membuat daun layu. Ia menuturkan dari sisi produksi bisa menghasilkan lebih banyak, karena daun bisa tumbuh hingga 26 helai sedangkan varietas di bawahnya hanya 20 helai daun. Harapannya panen tembakau dari varietas kemloko IV, V, VI ini mampu menghasilkan tembakau kering di atas rata-rata, di mana saat ini hanya 0,7 ton per hektare dan nanti diperkirakan bisa sampai 0,9 hingga satu ton per hektare.