Bupati Temanggung: Buka PTM 100 persen perlu kecermatan

antarajateng 20-01-22 08:02 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung, Jawa Tengah, M. Al Khadziq menyampaikan perlu kecermatan untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di wilayahnya dengan melihat perkembangan kasus COVID-19 agar semua berjalan dengan aman. "Meskipun sudah boleh PTM, tetapi kami tetap mencermati perkembangan COVID-19 tingkat regional Jawa Tengah maupun tingkat nasional," katanya di Temanggung, Kamis. Ia menyampaikan pihaknya ingin PTM berjalan dengan baik, tetapi juga aman dari COVID-19. Hingga sekarang Pemkab Temanggung masih melakukan PTM secara terbatas. Khadziq menuturkan untuk PTM 100 persen juga perlu memperhatikan kabupaten-kabupaten lain seperti apa. "Temanggung tidak ingin paling awal tetapi juga tidak ingin di akhir dalam penerapan PTM 100 persen ini. Kami ingin cermat betul dalam membuka PTM meskipun kami sadar bahwa masyarakat sangat menantikan, tetapi bagi pemerintah unsur kehati-hatian juga sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat," katanya. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo mengatakan Pemkab Temanggung belum melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen meskipun berdasarkan SKB empat menteri diperkenankan melakukan hal tersebut. Ia menuturkan berdasarkan SKB empat menteri memang diperkenankan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen dengan beberapa kriteria, antara lain daerah yang sudah level 1 dan level 2, kemudian capaian vaksinasi masyarakat umum 80 persen dan lansia 50 persen termasuk pendidik dan tenaga kependidikan. Agus menyampaikan pendidik dan tenaga kependidikan di Kabupaten Temanggung cakupan vaksinasinya sudah lebih 90 persen, kemudian untuk anak-anak tingkat SMP semua sudah vaksin. "Sekarang baru kami kejar vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun atau usia SD yang kini pelaksanaannya sudah mencapai 60 persen," katanya. Namun demikian, katanya karena SKB empat menteri tersebut masih mensyaratkan protokol kesehatan dengan ketat, salah satunya pelaksanaan PTM wajib menjaga jarak antarbangku minimal satu meter, maka PTM 100 persen belum bisa dilakukan.