Saling Serang Elite PDIP Gegara Kader Kembalikan Bantuan Ganjar

detik 14-01-22 08:29 umum

Solo - Pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menuai reaksi usai mengomentari soal kader PDIP Temanggung yang mengembalikan bantuan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Polemik muncul karena Rudy menuding adanya intervensi dalam pengembalian bantuan itu. "Jadi kalau sampai ada yang menghalang-halangi seperti itu, DPD menekan pada DPC, DPC menekan pada yang dibantu, Tuhan itu tidak tidur," kata Rudy dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (13/1). Tudingan itu pun mendapatkan reaksi, antara lain dari penerima bantuan bernama Fajar Nugroho hingga Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. Fajar bantah diintervensi Dikonfirmasi detikcom, Fajar mengaku tidak ada intervensi dari DPC PDIP Kabupaten Temanggung, Jateng, terkait pengembalian bantuan tersebut. "Ini (pengembalian) memang dari hati nurani saya dan tidak ada intervensi (DPC)," kata Fajar Nugroho dalam pesan singkat melalui WhatsApp, Kamis (13/1). Sebelumnya, Fajar mengaku kesal atas unggahan Ganjar yang menjadikan kemiskinannya sebagai konten media sosial. Apalagi Ganjar membawa-bawa nama PDIP dalam video itu. "Saya tidak tahu kalau akan kedatangan Pak Ganjar. Beliau datang tiba-tiba, kita tidak ada persiapan dan segala macam," kata Fajar saat dihubungi, Rabu (12/1). Baca juga: Saran Bambang Pacul ke Ganjar: Kalau Niat Bantu Tak Perlu DipamerkanBambang Pacul membantah Bambang Pacul pun turut bersuara. Dia membantah tudingan Rudy. Meski demikian, dia tak ingin memperpanjang masalah dengan memanggil Rudy untuk meminta penjelasan. "Tidak ada itu. Saya pastikan tidak ada. Saya malah baru tahu hari ini kalau ada kader yang mengembalikan bantuan dari Mas Ganjar. Justru setelah mendengar Mas Rudy menuduh-nuduh itu, lalu saya cari tahu," ujar Bambang Pacul kepada detikcom, Kamis (13/1). Dia justru menyesalkan pernyataan Rudy yang seakan-akan merendahkan rasa kebanggaan kader ketika nama partainya tiba-tiba dicomot untuk konten sebuah pencitraan kader. "Mas Rudy ini gimana, kader yang mengembalikan bantuan itu kan merasa bahwa dirinya dan nama besar partai tiba-tiba dicomot untuk pencitraan orang yang merasa sudah berbuat baik. Semula dia tidak berpikir sejauh itu, tapi setelah melihat tayangan medsos bahwa nama partainya disebut, dia tersinggung dan merasa harus menjaga kehormatan partai," lanjut Bambang Pacul. Selanjutnya: alasan Rudy tuding intervensi