Kepala Daerah Diinstruksikan Pantau Kekeringan

antarajateng 31-08-17 20:12 lain-lain

Tegal, ANTARA JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepala daerah di semua tingkatan untuk memantau kekeringan di daerah masing-masing. "Kita harapkan partisipasi kepala daerah, apakah kades atau camat, untuk memantau sehingga begitu terjadi kekeringan segera lapor pada kita agar bisa secepatnya ditangani," kata Ganjar usai menyalurkan bantuan air bersih di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Kamis. Ganjar mengungkapkan, saat ini banyak perusahaan, baik BUMN maupun BUMD, dan perusahaan swasta yang berniat membantu Pemprov Jateng melalui "corporate social responsibility" dalam mengatasi kekeringan di beberapa daerah. "Kita harapkan mereka bisa dalam koordinasi dan konsolidasi sehingga nanti distribusinya (bantuan air bersih) bisa merata," ujarnya. Menurut Ganjar, penyaluran air bersih ke daerah-daerah yang sudah mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini hanya solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang perlu koordinasi dengan kepala daerah serta pihak terkait lain untuk membangun sumber-sumber air seperti embung, sumur bor, atau jaringan-jaringan air ke wilayah rawan kekeringan. "`Droping` air bersih ini hanya tindskan cepat dan jangka pendek, intinya BPBD, Tagana, dan PMI ikut `stand by` menyiapkan suplai air bersih," katanya. Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana menambahkah bahwa 16 kabupaten di Jateng telah mengalami kekeringan. "Kekeringan telah terjadi di 68 kecamatan di 16 kabupaten dan sampai hari ini kami sudah `droping` sebanyak total 470 tangki air bersih, paling banyak di (Kabupaten) Tegal," ujarnya. Ke-16 kabupaten yang mengalami kekeringan itu adalah Jepara, Banjarnegara, Klaten, Boyolali, Kendal, Demak, Wonogiri, Pemalang, Magelang, Kebumen, Cilacap, Tegal, Banyumas, Sragen, Temanggung, dan Semarang. Dalam kunjungan kerja di Desa Dermasuci, Ganjar juga meninjau rumah relokasi dari warga yang tempat tinggal sebelumnya terkena bencana tanah bergerak. Sejak sebulan terakhir, 26 keluarga telah dipindahkan dari lokasi yang rawan longsor ke tempat yang aman. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menyerahkan bantuan Rp260 juta untuk 26 kepala keluarga jadi masing-masing Rp10 juta.