Basuki Minta Warga Temanggung Evalusi Program Padat Karya Tunai

kompas 18-12-21 15:30 properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta masyarakat Temanggung melakukan evaluasi terhadap program Padat Karya Tunai (PKT) yang telah dilakukan. Hal itu ia sampaikan ketika melakukan kunjungan ke Temanggung untuk meninjau sejumlah PKT. Basuki datang bersama dengan Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email Program PKT diadakan untuk mengurangi angka pengangguran serta mempertahankan daya beli masyarakat sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Pandemi Covid-19. Basuki menyampaikan, program padat karya seperti Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS-3R), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus dievalusi setiap tahun. "Pelajari betul, apa yang kurang dalam pelaksanaan untuk dievaluasi sehingga bisa dilakukan perbaikan setiap tahunnya," kata Menteri PUPR. Salah satu TPS-3R yakni TPS3R Sehati dibangun di Desa Balesari. Pembangunannya berlangsung pada tahun anggaran 2021 dengan alokasi dana Rp600 juta. Sedangkan penyerapan upah sebesar Rp61,23 juta untuk 870 Hari Orang Kerja (HOK). Ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan hanggar pengolah sampah, pembangunan gedung kantor TPS 3R, pembangunan rumah pengembangbiakan Maggot BSF. Kemudian pengadaan mesin pengolah sampah organik, pengadaan mesin pengayak kompos, dan pengadaan motor roda 3 pengangkut sampah. Tidak jauh dari lokasi TPS3R, Kementerian PUPR juga melaksanakan PKT Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Pengembangan yang dilakukan berupa pembangunan jalan akses produksi pertanian di lokasi, pengembangan lumbung pangan hortikultura Temanggung. Pekerjaannya dilaksanakan secara bertahap pada tahun anggaran 2016, 2020 dan 2021. Kementerian PUPR juga telah melaksanakan program PAMSIMAS dan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan di Desa Bansari. Desa ini terdiri dari 9 dusun dengan jumlah penduduk sekitar 4.790 jiwa. Saat ini, jumlah sambungan rumah di Desa Bansari saat ini sudah mencapai 830 unit, yang dibangun secara bertahap pada 2016, 2018, dan 2019. PKT terkahir adalah pelaksanaan pprogram BSPS untuk tahun Anggaran 2021. Program ini diperuntukkan untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni sebanyak 650 unit.