Soropadan Kawasan Minapadi Menjanjikan

antarajateng 27-08-17 15:37 nasional

Hamparan lahan sawah cukup luas di pinggir jalan raya Semarang-Yogyakarta di Desa Soropadan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk menghasilkan padi dan ikan. Di saat musim kemarau ini, para petani di Kecamatan Pringsurat tersebut masih bisa bercocok tanam, karena hamparan lahan sawah tersebut menggunakan irigasi teknis. Beberapa petani mulai mempersiapkan lahan untuk bercocok tanam pada masa tanam kedua 2017. Di antara mereka juga ada yang membuat "curen" atau parit memanjang di tengah sawah untuk budi daya ikan nila dengan sistem minapadi. Selama ini sawah di Desa Soropadan tersebut dikenal masyarakat sebagai daerah penghasil ikan dengan sistem minapadi. Meskipun tidak semua petani menerapkannya, tetapi hampir setiap masa tanam padi ada petani yang memelihara ikan di sawah mereka. Ketua Gapoktan Migunani Desa Soropadan, Kusnendaryanto, mengatakan beberapa tahun lalu di desanya dijadikan demplot minapadi dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 8.500 meter persegi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung. Setelah dianggap berhasil kemudian diselenggarakan demfarm di lahan seluas 3,5 hektare dan tahun ini Soropadan dijadikan kawasan minapadi dengan memanfaatkan lahan seluas 50 hektare. Ia menuturkan kalau petani konsekuen dengan teknologi, sangat menguntungkan karena dengan minapadi akan memperoleh panen ganda, yakni padi dan ikan. Saat pelaksanaan demfarm, yang memanfaatkan 3,5 hektare sawah, pihaknya menghitung betul pada luasan lahan seluas 1.000 meter persegi, dapat menghasilkan 840 kilogram gabah dan 220 kilogram ikan. "Jadi dengan adanya mina dan padi ini pendapatan petani tambah 100 persen, yakni keuntungan dari ikan. Waktu itu dari 840 kilogram gabah ketika diuangkan Rp3.200.000 dan ikan 220 kilogram dapat Rp3.600.000. Justru malah lebih banyak dari ikan," katanya. Ia mengatakan meskipun lahan padi berkurang sekitar 20 persen untuk pembuatan curen, hasil padinya tetap sama asal menggunakan jajar legowo. Caren berfungsi untuk penggembalaan ikan, tidak boleh ditanami, bentuknya seperti kolam 20 persen dari luas lahan dengan kedalaman 50 centimeter, lebar tergantung dari lahan. "Guna mengantisipasi kekurangan lahan 20 persen, dari 1.000 meter persegi menjadi 800 meter persegi petani disarankan untuk menanam padi dengan jajar legowo. Dengan sistem jajar legowo per 1.000 meter persegi bisa memuat 3.200 rumpun. Kalau dengan sistem tegel 1.000 meter persegi hanya memuat 2.200 rumpun," katanya. Ia mengatakan dengan disiasati jajar legowo jumlah pendapatan dari padi tidak berkurang, justru jajar legowo itu memperbanyak tanaman tepi sehingga tonasenya akan lebih tinggi dengan adanya caren. "Caren ini, satu sisi untuk penggembalaan ikan, sisi lain untuk sirkulasi sinar dan udara karena ada ruang tersendiri di situ sehingga pertumbuhan ikan akan maksimal," katanya. Menurut dia jenis ikan pada sistem minapadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan petani karena sekaligus untuk pengendalian hama, seandainya sekarang tanaman padi terserang tikus jangan budidayakan nila tetapi lele, karena lele sifatnya menyerang jika ada tikus. Kemudian kalau ada hama seperti wereng dan patek lebih baik budi daya nila karena ada semacam kutu-kutu yang akan dimakan oleh nila. Kalau ikan mas dinilai kurang sesuai dibudidayakan sistem minapadi, karena ikan mas, apalagi braskap itu memakan dedaunan. "Kalau ikan mas itu rakus terhadap pematang dan nanti sampai akar padi akan ditarik-tarik sehingga merusak tanaman padi. Kalau nila, lele, dan udang aman untuk minapadi," katanya. Selain program dari pemerintah berupa demplot, demfarm, dan sekarang kawasan, katanya, petani yang mandiri juga banyak, khususnya di kelompok tani Unggul Jaya sudah familier dengan minapadi. Ia menuturkan petani mencoba untuk menambah pendapatan dengan minapadi karena satu hal yang menjadi pertimbangan, yakni irigasi di Soropadan ini tidak pernah mati sepanjang hari, air mengalir terus dari pada terbuang sayang maka dimanfaatkan untuk minapadi. Kawasan Minapadi Setelah dianggap sukses dalam demplot dan demfarm minapadi, Desa Soropadan kini dikembangkan sebagai kawasan minapadi dengan mendapat program pengembangan budi daya ikan sistem minapadi dengan luas lahan 50 hektare dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Temanggung Muhammad Hadi mengatakan dari hamparan sawah seluas 141 hektare dengan irigasi teknis di Desa Soropadan tersebut, ada 50 hektare yang akan dimanfaatkan untuk minapadi tahun ini. "Melalui irigasi teknis tersebut, lahan sawah di desa tersebut hampir sepanjang tahun mendapat pasokan air sehingga sangat cocok untuk pengembangan minapadi," katanya. Tujuan program tersebut untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budi daya melalui budi daya ikan sistem minapadi. Mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan penerima bantuan pemerintah. Selain itu, mendorong peningkatan kemampuan usaha pembudidaya ikan anggota kelompok pembudidaya ikan. Dalam program tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan berupa benih ikan, pakan, serta sarana, prasarana, dan peralatan operasional. Ia menuturkan sasaran program tersebut diharapkan dapat menghasilkan produksi ikan sebanyak 100 ton, dengan perhitungan setiap hektare lahan menghasilkan dua ton ikan dengan padat tebar 20.000 ekor per hektare ukuran benih ikan 10-12 centimeter. "Target produksi budi daya sistem minapadi dengan jenis ikan nila tersebut memang cukup besar per hektare dua ton. Jangka waktu pemeliharaan minapadi sampai dengan umur sekitar 110 hari," katanya. Berdasarkan hitung-hitungan, dari penebaran satu juta benih ikan dari 50 hektare ini, kalau misalnya tingkat kehidupan ikan 60 persen maka masih ada 600 ribu ekor. "Kalau satu kilogram isi empat hingga lima ekor berarti bisa melebihi target 100 ton," katanya. Selain target produksi ikan sebanyak 100 ton, program tersebut diharapkan mampu menghasilkan padi 300 ton atau enam ton per hektare. Ia menuturkan pihaknya sudah bekerja sama dengan DPU satker pengairan agar selama pemelihataan ikan di sawah tersebut, air tetap mengalir sehingga tidak ada hambatan dalam budi daya ikan sistem minapadi tersebut.