Lahan Kritis di Temanggung Bakal Jadi Sasaran Program Sabuk Gunung

magelangekspres 02-12-21 08:39 nasional

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Lahan kritis di tiga gunung di Kabupaten Temanggung menjadi sasaran program konservasi lahan, Sabuk Gunung. Ribuan anggota organisasi kemasyarakatan akan terlibat dalam program tersebut yang dimulai Rabu (1/12) di Desa/Kecamatan Kledung. Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, Program Sabuk Gunung merupakan salah satu program konservasi lahan kritis yang ada di lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau. Lahan-lahan kritis di lereng-lereng gunung menjadi prioritas utama dalam upaya konservasi lahan ini, kata Bupati mengawali Program Sabuk Gunung di kawasan Kali Jurang Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung, kemarin. Menurutnya, konservasi lahan sebagai gerakan ikhtiar untuk mengembalikan lingkungan alam yang telah rusak. Sehingga ke depan lingkungan dan alam di Temanggung bisa kembali. Konservasi ini ikhtiar untuk menyelamatkan masa depan anak cucu, yakni lingkungan alam yang kembali asri, kata dia. Dikatakan, dari tahun ke tahun terjadi degradasi alam yang semakin buruk, hal ini ditandai adanya erosi, longsor, banjir dan berkurangnya debit di sumber mata air. Bahkan banyak mata air yang telah mati. Konservasi tidak hanya dilakukan di lahan kritis saja, namun juga akan dilakukan penanaman pohon di sekitar tempat tinggal, bantaran sungai dan lereng gunung, dengan harapan bisa mengembalikan mata air dan kondisi alam Temanggung, harapnya. Konservasi lahan dengan Program Sabuk Gunung ini tidak hanya dilakukan oleh lembaga pemerintahan saja, namun juga akan melibatkan organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya seperti, GP Ansor, Fatayat, Aisyiyah, pemerintah desa dan berbagai eleman lain. Mulai tahun ini Pemkab Temanggung akan menanam pohon konservasi sekitar 500 ribu pohon, dengan jenis tanaman antara lain beringin, bambu, dan aren. Dari 500 ribu pohon tersebut, akan ditanam GP Ansor sebanyak 110 ribu bibit dan Pemuda Muhammadiyah 110 ribu bibit. Kemudian sisanya dari bantuan CSR perusahaan dan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung. Sementara itu Ketua GP Ansor Temanggung Syukron Wahid mengatakan, penghijauan dengan Program Sabuk Gunung ini menjadi salah satu bagian dari Ansor untuk menyukseskannya, sehingga pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin melakukan dan melaksanakan penanaman di setiap daerah di Temanggung. Kami sangat mendukung program konservasi ini, anggota kami akan terlibat langsung dalam penanaman pohon di lahan-lahan kritis dan sejumlah tempat lainnya, katanya. Syukron mengatakan, GP Ansor menjadi pendukung konservasi lahan. Karena ini kewajiban agama dan jika ada yang akan merusak lingkungan hidup maka akan berhadapan dengan GP Ansor dan Banser. Dalam program ini kami akan libatkan tidak kurang dari 7.000 anggota Ansor di seluruh wilayah Temanggung, jelasnya. (set) var quads_screen_width = document.body.clientWidth; if ( quads_screen_width >= 1140 ) {document.write('<ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="pub-9807030720712056" data-ad-slot="5117785452" ></ins>'); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }if ( quads_screen_width >= 1024 && quads_screen_width < 1140 ) {document.write('<ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="pub-9807030720712056" data-ad-slot="5117785452" ></ins>'); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }if ( quads_screen_width >= 768 && quads_screen_width < 1024 ) {document.write('<ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="pub-9807030720712056" data-ad-slot="5117785452" ></ins>'); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }if ( quads_screen_width < 768 ) {document.write('<ins class="adsbygoogle" style="display:block;" data-ad-client="pub-9807030720712056" data-ad-slot="5117785452" ></ins>'); (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); }