PKB Temanggung Buka Peluang Nonpartai Maju Pilkada

antarajateng 25-08-17 16:41 lain-lain

Temanggung, ANTARA JATENG - Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membuka peluang bagi warga dari partai lain maupun nonpartai untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2018 melalui PKB. Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Temanggung, Muh Amin, di Temanggung, Jumat, mengatakan pembukaan pendaftaran atau penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Temanggung untuk Pilkada 2018 akan dimulai pada 28 Agustus hingga 4 September 2017. "Penjaringan tersebut bersifat terbuka untuk umum baik kader internal partai, nonpartai, tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrat, hingga swasta tanpa dipungut mahar alias gratis," katanya. Kesungguhan para pendaftar untuk maju dalam Pilkada tahun 2018 harus dibuktikan dengan pengambilan sampai pengembalian formulir yang dilakukan di Sekretariat DPC PKB Temanggung Setelah sesi pendaftaran selesai, DPC PKB akan melanjutkan proses penjaringan dengan penelitian berkas yang berlangsung pada 5-7 September 2017 serta perbaikan berkas calon pada 8-13 September 2013. Ia menuturkan berkas secara lengkap yang telah terkumpul di panitia Desk Pilkada, nantinya akan langsung dikirim ke DPW PKB Provinsi Jawa Tengah dan diteruskan ke DPP PKB untuk menunggu keluarnya rekomendasi. "Tahap paling penting sebagai bekal rekomendasi adalah pemaparan visi, misi, serta uji kepantasan dan kelayakan oleh panitia Desk Pilkada DPP PKB kepada masing-masing calon," katanya. Menurut dia, DPC PKB sebenarnya telah mengantongi sejumlah nama yang selama ini dianggap sebagai kader-kader terbaik partai. Namun, pihaknya tidak dapat mengusung sendiri pasangan cabup dan cawabup karena belum mampu memenuhi kuota minimum sesuai undang-undang yang berlaku, yakni 20 persen dari total kursi di DPRD atau 25 persen dari total suara sah pada pemilu legislatif sebelumnya. Padahal, PKB baru mengantongi 6 dari 9 kursi yang dipersyaratkan. "Kami terus melakukan pendekatan secara kelembagaan dengan partai lain untuk menjajaki kemungkinan adanya koalisi. Apalagi seluruh partai yang ada di Kabupaten Temanggung belum mampu memenuhi jumlah kursi sebagai batas minimum mengusung calon sendiri. Entah nanti seperti apa rekomendasi dari DPP baik itu sebagai cabup atau cawabup, terlalu pagi kalau membahas masalah itu sekarang. Yang pasti mesin partai terus bergerak dalam rangka menyaring suara masyarakat demi Kabupaten Temanggung yang lebih baik," katanya.