Bupati Kendal Harap Proyek Bendungan Bodri Beri Multiplier Effect ke Warga

detik 19-11-21 23:06 umum

Kendal - Bupati Kendal Dico M. Ganinduto hadir dalam Market Consultation yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR terkait Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bendungan Bodri. Acara yang diselenggarakan di Pullman Hotel and Resort, Jakarta ini juga dihadiri berbagai pelaku usaha, perusahaan infrastruktur, investor dan lembaga pembiayaan terkait secara virtual. Diketahui, Bendungan Bodri di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini juga sebagai salah satu program atau kegiatan rencana induk di Kawasan Kendal-Kota Semarang-Kota Salatiga-Demak- Grobogan atau yang tergabung dalam Kedungsepur. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal - Semarang - Salatiga - Demak - Grobogan - Grobogan, Kawasan Purworejo - Wonosobo - Magelang - Tegal - Temanggung dan Kawasan Brebes - Tegal - Pemalang. Bendungan Bodri diproyeksikan memiliki kapasitas 41,7 juta meter kubik dan dapat menampung air baku 2,26 meter kubik per detik. Bendungan dapat digunakan untuk mengairi irigasi seluas 8.861 hektare dan mereduksi banjir 10,23% (64,81 meter kubik per detik), serta pembangkit listrik tenaga air 3,2MW. Baca juga: Apresiasi Nakes, Bupati Kendal Pakai APD Pimpin Upacara Hari Pahlawan Rencananya Bendungan Bodri akan dibangun pada Kuartal IV 2024. Adapun nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun proyek tersebut adalah sebesar Rp 1,71 triliun dan membutuhkan waktu 6 tahun masa konstruksi. Dalam sambutannya, Dico menyampaikan Kendal merupakan kawasan yang sangat penting bagi Jawa Tengah. Wilayah penunjang ibu kota provinsi yaitu Semarang, pintu masuk ke kawasan destinasi prioritas Borobudur, memiliki garis pantai terpanjang di Jawa Tengah, memiliki lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 22.400 Ha, produsen nomor 2 telur dan pusat pertumbuhan jawa tengah melalui ekspor dan penyerapan tenaga kerja dari wilayah Kawasan Industri Kendal seluas lebih dari 5.000 hektare. Ke depannya, lanjut Dico, Kabupaten Kendal akan memiliki pelabuhan terintegrasi dengan tanjung emas, harbour tol yang menghubungkan antara pelabuhan dan kawasan industri, pipa gas yang siap menunjang kawasan industri, dan berbagai infrastruktur strategis penunjang industri. Baca juga: Proyek Bendungan Bodri di Kendal Telan Anggaran Rp 1,1 Triliun "Proyek Bendungan Bodri sangat penting bagi Kabupaten Kendal dan keberlanjutan kawasan industri. Penanganan banjir, lumbung pangan nasional, air bersih bagi masyarakat dan industri, menciptakan destinasi pariwisata baru dan menciptakan energi terbarukan hijau," kata Dico dalam sambutannya. Dico juga berharap agar project Bendungan Bodri bisa berjalan dengan lancar dan baik karena akan memberikan nilai tambah bagi investor dan multiplier effect bagi masyarakat. "Kami berharap proyect ini bisa berjalan dengan baik, memberikan nilai tambah bagi investor dan memberikan multiplier effect yang besar bagi masyarakat Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah." pungkasnya.