TKSK Temanggung bantu ponpes perawat ODGJ

antarajateng 13-10-21 21:31 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Hidayat Desa Duren, Bejen, Kabupaten Temanggung yang selama ini merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan yatim piatu. Koordinator TKSK Kabupaten Temanggung Basori Setyawan di Temanggung, Rabu, mengatakan dalam memperingati hari jadi ke-12, TKSK melakukan sejumlah kegiatan sosial, antara lain bedah rumah dan pendampingan terhadap ODGJ. Ia menyampaikan puncak kegiatan dilakukan di Ponpes Al Hidayah Desa Duren, Kecamatan Bejen ini dengan bakti sosial memberikan bantuan berupa, kasur, peralatan kebersihan, pakaian, dan kebutuhan pokok (sembako). "Bantuan yang kami berikan ini memang belum bisa mencukupi sepenuhnya kebutuhan ponpes, tetapi setidaknya bisa meringankan beban ponpes," katanya. Ia menuturkan ponpes ini berbeda dengan ponpes lainnya karena merawat ODGJ dan anak yatim piatu secara mandiri. Ia berharap, ke depan pihaknya bisa menggandeng pekerja sosial lainnya untuk bisa memberikan bantuan kepada ponpes ini. Selama ini, Ponpes Al Hidayah belum tersentuh bantuan pemerintah. "Harapan kami masyarakat lainnya juga ikut peduli, pekerja sosial lainnya juga bisa menyalurkan bantuannya," katanya. Baca juga: TKSK dan pengelola e-warong bantu 450 APD di RSUD Temanggung Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan keberadaan Ponpes Al Hidayah ini membantu pemerintah, terutama Dinas Sosial, karena secara tidak langsung ponpes ini mengurangi beban pekerjaan Dinas Sosial dalam menangani ODGJ dan anak yatim piatu. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan berusaha mencarikan solusi untuk membantu meningkatkan fasilitas di ponpes ini sehingga perawatan yang dilakukan bisa lebih optimal. "Tentunya akan kami dorong, karena perannya sangat penting dalam menangani ODGJ, ini sangat membantu pemerintah," katanya. Pengasuh Ponpes Al Hidayah K.H. Muhtar mengaku sejauh ini fokus melakukan perawatan ODGJ dan anak yatim piatu, setidaknya sudah seratusan ODGJ yang berhasil disembuhkan. "Saya sudah mulai sejak 1998, kemudian semakin hari semakin bertambah pasien ODGJ," katanya. Ia mengaku selama ini memang masih mandiri, sama sekali belum pernah tersentuh oleh pemerintah, baik dari Kabupaten Temanggung maupun Provinsi Jawa Tengah.