Sektor Peternakan Diandalkan dalam Dongkrak Pendapatan Jateng

detik 20-09-21 15:02 umum

Jakarta - PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) tengah menyiapkan langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah di masa pandemi. Adapun fokus utama dari SPJT adalah di sektor peternakan. Direktur Utama SPJT Widayat Joko Priyatno mengatakan pihaknya telah merencanakan proyek penggemukan sapi potong di daerah Temanggung. Kapasitas sapi potong dalam proyek ini sebanyak 140 ekor. Baca juga: Pemda Dituding Sengaja Endapkan Uang di Bank, Ganjar: Cerita Menggelikan "Saat ini kita juga sudah merencanakan skill-up untuk penggemukan sapi potong di kapasitas 100 ekor. Jadi 100 ekor ini adalah tambahannya," kata dia dalam dialog yang ditayangkan kanal YouTube DPRD Jateng, Kamis (16/9) lalu. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan studi kelayakan untuk kompleks penggemukan sapi. Kompleks penggemukan yang berlokasi di Kabupaten Semarang ini berkapasitas sebanyak 1.350 ekor sapi. Menurut Widayat, penggemukan sapi merupakan tahap pertama dalam meningkatkan PAD. "Bukan hanya hanya penggemukan sapi potong. Tetapi yang akan kami lakukan adalah pengembangan bisnis sapi potong terintegrasi," ungkapnya. Adapun, lanjut Widayat, tahap selanjutnya adalah pembangunan untuk rumah potong hewan, pembangunan pabrik pengolahan daging, dan pabrik pengolahan makanan berbasis daging sapi. "Termasuk kita kembangkan juga sampai di tahap toko daging. Jadi, frozen beef kita perdagangkan di toko-toko kita yang akan kita lakukan itu. Juga restoran makanan dengan tentunya bahan utamanya dari daging sapi," kata dia. Ia menyebut, saat ini sudah banyak restoran yang menyajikan daging sapi, seperti di Semarang dan Jabodetabek. Sehingga, kata dia, target pasar untuk produk tersebut sudah tersedia. Baca juga: Pengajar Agama di Jateng Terima Insentif Semester I 2021 dari Pemprov "Market kami, SPJT, selain kita juga menjual produk sapi hidup, sapi potong hidup, kami juga menjual dalam wujud produk daging sapi packaging atau frozen beef, termasuk nanti fast food," terangnya. Ia berharap, langkah ini dapat mendukung program pemerintah provinsi untuk pengembangan pendapatan dari sektor peternakan.