Tingkatkan perekonomian, DPRD Temanggung minta percepatan penyerapan tembakau petani

antarajateng 16-09-21 19:05 ekonomi

Temanggung (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah meminta dilakukan percepatan penyerapan tembakau agar harga sesuai harapan petani sehingga bisa meningkatkan perekonomian. "Kami banyak menerima laporan masyarakat terkait lambatnya penyerapan tembakau petani oleh perwakilan pabrik rokok, penyerapan harus dipercepat," kata Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto saat memantau sejumlah gudang perwakilan rokok di Temanggung, Kamis. Selain Ketua DPRD Yunianto, ikut dalam pemantauan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPRD Muh Amin, Ketua Komisi C Slamet Eko Wantoro, anggota DPRD Deddy Haryadi, dan Ika Rizkiwati. Pantauan dilakukan di gudang perwakilan PT Gudang Garam dan PT Djarum. "Kami berharap pihak pabrik rokok mampu menyerap seluruh tembakau yang ada di Temanggung yang mana persentase saat ini sudah lebih dari 50 persen telah dipanen dan siap untuk dijual. Melihat dengan kuantitas cukup banyak, kami sayangkan ketika tidak terserap," kata Yunianto. Baca juga: APTI Temanggung khawatirkan harga tembakau masih rendah Ia meminta agar faktor cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini tidak dijadikan penentu penyerapan tembakau dan minimalnya harga. "Kami berharap seluruh stakeholder dan semua lembaga yang terlibat untuk menyelamatkan pertembakauan yang ada di Temanggung dan berkomitmen menghargai dari setiap tetesan keringat petani," katanya. Grader dari PT Djarum Arief Raharja mengaku akan mengusahakan dan memenuhi permintaan tersebut, selama kualitas tembakau masih sesuai dengan standar pabrik. "Tembakau yang sesuai standar pabrik, kami beli dengan harga Rp55.000 sampai Rp60.000 per kilogram, tetapi yang kurang baik kami toleransi dan kami beli dengan harga Rp45.000 sampai Rp 52.500 per kilogram," katanya. Menurut dia pembelian tembakau saat ini fokus di grade D dengan target pembelian pada panen kali ini 10.000 keranjang dan yang sudah terbeli sebanyak 7.000 keranjang atau 70 persen dari target pembelian. "Kalau memang masih banyak tembakau yang baik, nanti pabrik akan menambah kuota pembelian," katanya. Grader PT Gudang Garam Sutanto mengungkapkan harga tembakau ditentukan berdasarkan kulaitasnya. Saat ini harga tertinggi sudah menyentuh Rp80.000 per kilogram. Namun, sesuai kualitas kebanyakan tembakau petani dengan grade C dan D dihargai Rp50.000-Rp 60.000 per kilogram. Ia menyampaikan dari target pembelian PT Gudang Garam tahun ini 10.000 ton, sampai pertengahan September 2021 sudah mencapai 9000 ton. "Kalau serapan kami tergantung pabrik, selama pabrik masih meminta kami akan terus jalani," katanya. Baca juga: Menperin diminta turun tangan mengatasi lesunya permintaan tembakau Baca juga: Gubernur Jateng minta pabrik rokok percepat beli tembakau petani