Tingkatkan Pendapatan Sektor Peternakan, Komisi C DPRD Jateng Dorong OPD dan BUMD Kreatif-Inovatif

tribunnews 16-09-21 20:47 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Bambang Hariyanto B, mendorong kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah untuk kreatif dan berinovasi guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor peternakan. Begitu juga, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Ten Tangkapan layar dialog interaktif peningkatan pendapatan sektor peternakan oleh DPRD Jawa Tengah dengan OPD dan BUMD secara daring dan luring di kantor DPRD Jawa Tengah, Kamis (16/9/2021). (Tribun Jateng/M Zainal Arifin) gah yang bergerak di sektor peternakan, diminta melakukan inovasi untuk mendongkrak PAD, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. "Kami di Komisi C senantiasa mendorong agar OPD terus berinovasi yang tujuannya ada peningkatan pendapatan daerah. Terlebih di masa pandemi ini, harus kreatif," kata Bambang, dalam dialog interaktif bertema "Meningkatkan Pendapatan Sektor Peternakan" di Kantor DPRD Jawa Tengah, Kamis (16/9/2021). Inovasi yang dimaksud, kata Bambang, bisa berasal dari manapun. Termasuk BUMD yang bergerak di sektor peternakan, inovasi bisa dilakukan pada produk usaha yang dijalankan. Tak berhenti di situ saja, Bambang juga mendorong OPD dan BUMD untuk beralih pada digitalisasi layanan. Dengan begitu, upaya peningkatan pendapatan akan jauh lebih mudah. "Digitalisasi ini sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Karena era sekarang, digitalisasi sudah menjadi keharusan. Harapannya, adanya digitalisasi itu maka pendapatan bisa lebih maksimal," ujarnya. Bambang menyampaikan, hingga kini OPD dan BUMD memang sudah ada beberapa inovasi yang dilakukan. Ia pun mengapresiasi hal itu. Hanya saja, ia ingin OPD dan BUMD lebih memaksimalkan lagi inovasinya. Direktur SPJT, selaku BUMD Pemprov Jawa Tengah, Widayat Joko Priyanto menyampaikan, SPJT mencoba untuk mendongkrak pendapatan daerah utamanya dari sektor peternakan. Saat ini, SPJT sedang menjalankan pilot project penggemukan sapi potong di Temanggung. "Kami juga desain kompleks penggemukan sapi dengan kapasitas 1.300 ekor sapi di Kabupaten Semarang. Itu sebagaimana yang disampaikan Komisi C DPRD Jateng agar kami terus berinovasi," katanya. Tak hanya fokus pada penggemukan, bentuk inovasi lain yang dilakukan SPJT yaitu membangun pabrik pengolahan makanan yang berbasis daging sapi. Termasuk juga dikembangkan sampai pembuatan toko daging. Juga restoran makanan, yang menu utamanya dari daging sapi. "Market kami, selain menjual sapi potong hidup, juga menjual produk daging sapi packaging termasuk fresh food. Harapan kami bisa mendukung Pemprov dalam pengembangan pendapatan di sektor peternakan," harapnya. Sementara itu, Kabid Retribusi dan Pendapatan Lain pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Happy Sudibyanto Hastoputro menyampaikan, sektor pertanian secara keseluruhan termasuk peternakan tidak terlalu terdampak adanya pandemi Covid-19. Hal itu terlihat tingginya capaian PAD hingga Agustus 2021. Dari datanya, pendapatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah sudah mencapai 78,5 persen atau Rp 6,67 miliar. "Sampai akhir Desember 2021 ini, saya yakin Disnakeswan capaiannya sebagaimana 2020 lalu yaitu 104 persen atau melebihi target," ungkapnya. Untuk mendongkrak kenaikan PAD khususnya dari retribusi, Bapenda Jawa Tengah telah melakukan inovasi berupa digitalisasi tarif. Dalam aplikasinya, kata Happy, ada 80.000 jenis tarif yang disajikan. "Ini untuk mempermudah OPD dalam memasang tarif," jelasnya. Kasubbag Keuangan Disnakeswan Jawa Tengah, Djoko Pontjo Nugroho menambahkan, selaku dinas teknis, Disnakeswan mendapatkan PAD dari beberapa usaha. Di antaranya pemakaian rumah potong hewan (RPH), penjualan ternak, sewa lahan, layanan klinik hewan, dan lainnya. "Dari semua usaha itu, sampai Agustus 2021, pendapatan kami sudah sampai 78,5 persen sebagaimana disampaikan dari Bapenda," tambahnya. Dikatakannya, Disnakeswan Jawa Tengah terus berupaya untuk meningkatkan PAD meskipun sektor peternakan tidak terpengaruh adanya pandemi. Ia berharap, capaiannya lebih dari 100 persen sebagaimana tahun sebelumnya. Upaya peningkatan tersebut dengan melakukan inovasi, di antaranya mengoptimalkan klinik hewan dan mengoptimalkan penjualan hasil peternakan. Optimalisasi tersebut dengan merambah penjualan online hasil peternakan. (*)