Warga Desa Jurang Kudus Usir Pasangan Kumpul Kebo, Awalnya Sudah Diperingatkan

tribunnews 16-09-21 13:51 nasional

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Belum tuntas kasus perselingkuhan pria yang menyamar memakai rok wanita di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Rabu (15/9/2021) lalu. Warga Desa Jurang kembali mengamankan pasangan kumpul kebo di lingkungan RT 1, RW 6 pada hari Rabu malam. Menurut Kepala Desa Jurang, Muhammad Noor mendapatkan informasi pasangan berinisial S (30) warga Desa Jurang dan I (35) warga Temanggung yang tinggal serumah selama tiga hari. Warga sudah memperingatkan agar pasangan itu tidak tinggal bersama jika belum mendapatkan status pernikahan. "Orang tuanya juga sudah dipanggil juga, tapi pria itu tetap masih tinggal di sana," ujar dia, saat ditemui di kantornya, Kamis (16/9/2021). Warga yang geram, kemudian berkumpul di rumah S dan mendesak agar I tidak tinggal di sana. Kemudian karena I yang memiliki tato banyak di tubuhnya itu berlagak seperti preman, membuat warga naik pitam. "Ya sempat itu dipukul sama warga. Akhirnya S dan I pergi dari sana," ujar dia. Rogoh sapaannya, menolak bila ada warganya yang tinggal satu rumah tanpa ada hubungan suami istri. "Silakan kalau mau berhubungan di luar nikah di hotel atau dimana. Tapi jangan di Desa Jurang," ujarnya. Sementara itu Kadus III, Masadi mengatakan, saudari S awalnya mengaku sudah menikah siri dan telah pindah agama Islam. Namun, orang tuanya tidak memberitahukan pernikahan tersebut. "Bilangnya sudah menikah siri, tapi nggak ada walinya. Orang tua juga tidak diberitahu berarti nikahnya abal-abal," ujarnya. Menurutnya, S yang sudah memiliki satu orang anak itu juga tidak diketahui status pernikahan yang sebelumnya. Pasalnya, belum pernah ada surat pemberitahuan telah menikah ataupun status janda dari Pengadilan Agama. "Status pernikahan sebelumnya dan yang sekarang tidak jelas semua," ujar dia. (raf)