Konstruksi Pembangunan Tol Yogya-Bawen Diundur Akhir 2021, Penyesuaian Ketersediaan Anggaran

tribunnews 09-09-21 06:32 umum

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Konstruksi pembangunan proyek tol Yogya-Bawen mundur dari rencana awal yakni menjadi akhir 2021. Sebelumnya, konstruksi proyek tol Yogya-Bawen ditargetkan Agustus 2021 sudah mulai pengerjaan seksi 1. Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi yaitu Seksi 1 Yogyakarta-SS Banyurejo sepanjang 8,25 kilometer, SS Banyurejo-SS Borobudur sepanjang 15,26 kilometer, dan SS Borobudur-SS Magelang sepanjang 8,08 kilometer. Kemudian, SS Magelang-SS Temanggung sepanjang 16,64 kilometer, SS Temanggung-SS Ambarawa sepanjang 22,56 kilometer, sera SS Ambarawa-Interchange (IC) Bawen membentang 5,21 kilometer. PGS Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JBJ) Oemi Vierta Moerdika mengatakan, sesuai rencana awal yang tertuang dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), sedianya konstruksi dijadwalkan Agustus 2021. Namun, belum bisa terealisasi karena ada beberapa perubahan kebijakan pemerintah terkait pembebasan lahan, penyesuaian aturan baru, dan kondisi pandemi Covid-19. "Rencana masih menunggu persetujuan rencana teknis akhir (RTA) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Bina Marga Kementerian PUPR dengan target konstruksi jalan tol ini pada akhir tahun 2021," katanya kepada Kompas.com, Rabu (8/9/2021). Oemi menjelaskan, saat ini masih dilakukan dua kegiatan lelang. Pertama, seleksi untuk penyedia jasa konsultansi pengendalian mutu independen (PMI) pekerjaan pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen. Kedua, seleksi penyedia jasa konsultansi pekerjaan pengawasan teknik paket 1, seksi 1 dan 2. "Nah, ketika proses ini berjalan ya tentu tidak jauh dengan kegiatan konstruksi. Saat ini masih September, sehingga kami kerjar target kegiatan konstruksi pada akhir tahun, kemungkinan dapat dilakukan," ujarnya. Di sisi lain, tahapan awal pembangunan tol yakni proses pembebasan lahan yang merupakan domain pemerintah. Pembebasan lahan ini juga baru dapat dilakukan setelah keluarnya izin penetapan lokasi (penlok). Terdapat 69 Desa yang terdampak pembebasan lahan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Sehingga, usai lahan bebas, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) baru dapat melakukan tahapan konstruksi dengan diawali proses land clearing. "Saat ini kami masih konsentrasi pada pembebasan lahan. Kemarin sudah digelar musyawarah warga Margomulyo, selanjutnya dijadwalkan musyawarah warga Margodadi. Semua tahapan terus kami laksanakan sampai semua lahan dibebaskan," jelasnya. Sementara untuk progres pembayaran uang ganti rugi sudah terserap sebesar Rp 365 miliar di Seksi 1 untuk Desa Tirtoadi, Sleman. Sedangkan Seksi 2-6 masih dalam proses penlok dengan Pemprov Jateng. "Hingga kini, lahan yang sudah dibebaskan baru seluas 8,6 hektar dari sekitar 47,6 hektar yang dibutuhkan," imbuhnya. Dengan terserapnya alokasi anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 365 miliar, PT JBJ masih membutuhkan tambahan alokasi anggaran di 2021 sebesar kurang lebih Rp 1,1 triliun. Oemi menyampaikan, estimasi kebutuhan anggaran pembebasan lahan untuk Tol Yogyakarta-Bawen sekitar Rp 7,5 triliun. Progres pengerjaan konstruksi juga bergantung dari dana yang telah disediakan LMAN untuk keperluan tersebut. "Kami sudah laporkan ke LMAN dan mengajukan untuk tahap (pembayaran) selanjutnya. Sudah direspon baik oleh LMAN," ucapnya. Perlu diketahui, Tol Yogyakarta-Bawen diperkirakan menelan investasi senilai Rp 14,26 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun. Sementara target pengoperasiannya pada akhir 2023.(*) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Konstruksi Tol Yogyakarta-Bawen Mundur Akhir 2021