Ingin Bangun Gapura Menuju Candi Gedongsongo, Pemkab Semarang Minta Dana ke Pusat

tribunnews 14-08-17 22:37 travel

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana mengubah perwajahan akses menuju destinasi wisata Candi Gedongsongo, Kecamatan Bandungan. Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto. Totit menjelaskan, DPU Kabupaten Semarang telah mengusulkan dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat untuk membangun pintu, jalan, dan gapura sebagai ikon Candi Gedongsongo. Bangunan pengarah menuju lokasi wisata Candi Gedongsongo itu, dikatakannya, akan dibangun di sekitar jalan nasional perbatasan Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Temanggung. "Mudah-mudahan, usulan kami diterima. Harapannya, dari Bedono menuju Sumowono ada akses jalan yang lebih baik, layak untuk bus pariwisata," kata Totit, Senin (14/8/2017). (Baca: Candi Gedongsongo dan Bukit Cinta di Kabupaten Semarang masih Dibanjiri Wisatawan) Totit berencana memanfaatkan Sub Terminal Bedono yang dibuat Dishub Kabupaten Semarang untuk kemudian dijadikan pintu atau gapura bangunan pengarah seperti halnya penunjuk arah menuju Candi Borobudur di Magelang. Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki jalan dari sub Terminal Bedono hingga Candi Gedongsongo yang memiliki panjang sekitar 11 kilometer. "Detail Engineering Design (DED) sudah kami buat melalui APBD Perubahan 2017. Karena idealnya, lebar jalan paling tidak delapan meter. Kondisi sekarang, rata-rata 4 meter. Nanti, tidak ada pembebasan lahan karena ada bahu jalan kanan-kiri 2,5 meter," paparnya. (Baca: Kabupaten Semarang Siapkan Rp 1,4 Miliar Untuk Bangun Fasilitas di Candi Gedong Songo) Adapun konstruksi jalan yang bakal diterapkan, lanjut Totit, akan dibuat beton perkerasan atau rigidpavement mengingat sifatnya pelebaran yang memanfaatkan sebagian bahu jalan. Tidak menggunakan konstruksi jalan aspal, menurutnya, karena alasan lebar bidang yang dikerjakan. "DED baru merencanakan membuka akses dan jalan dahulu, sedangkan gapura penunjuk arah nanti mungkin bisa APBD. Untuk sementara bisa pakai billboard dahulu," tandas Totit. (*)