Jalur Dieng Via Wonosobo Ditutup, Ini Rute Alternatif yang Bisa Digunakan

tribunnews 09-08-17 23:55 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki TRIBUNJATENG COM, WONOSOBO - Penutupan akses jalur menuju Dieng via Wonosobo, di Desa Tieng Kejajar, berdampak pada perubahan arus lalu lintas, khususnya untuk roda empat. Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono mengatakan, ada beberapa alternatif bagi pengendara roda empat yang ingin ke Dieng. Pengendara dapat memutar kendaraan melalui jalur Banjarnegara via Kecamatan Karangkobar-Batur. Lama perjalanan dari Kota Banjarnegara menuju Dieng, melalui jalur itu kurang lebih 1,5 jam. Alternatif kedua, bagi pengendara roda empat, dari Pantai Utara (Pantura) yang akan ke Dieng, bisa melalui jalur Kabupaten Batang menuju ke selatan arah Batur Banjarnegara. Sementara, bagi pengendara yang ingin tetap melalui jalur utama via Kejajar Wonosobo, pengendara wajib memarkir kendaraan di komplek Gardu Pandang Kejajar, sebelum area proyek pekerjaan jalan. "Masyarakat atau wisatawan nanti akan dilansir (oper). Di seberang proyek sudah ada mobil angkutan yang siap menjemput. Begitupun sebaliknya, untuk pengendara roda empat dari arah Dieng atau Batur Banjarnegara menuju Wonosobo via Kejajar, nanti dioper," katanya. (Baca: CATAT TANGGALNYA, Jalur Utama Menuju Dieng Ditutup 25 Hari karena Perbaikan Jalan) Polres Wonosobo akan menempatkan sejumlah personil di titik-titik utama rawan, terutama di lokasi pemasangan jembatan bailey di desa Tieng Kejajar untuk mengatur lalu lintas. Pihaknya juga telah memasang papan imbauan atau peringatan bagi pengendara yang hendak menuju Dieng mulai dari Temanggung masuk arah Kota Wonosobo. Terutama, jalan utama menuju Dieng. "Kami harap masyarakat menyadari bahwa ini adalah proyek untuk kepentingan umum. Nanti, kalau jadi, juga dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,"katanya Jalur menuju Dieng via Wonosobo ditutup selama 25 hari dari tanggal 10 Agustus 2017 sampai 3 September 2017 untuk kepentingan pemeliharaan jalan dan penanganan longsor di desa Tieng Kejajar. (*)