Saat Gelar Razia, Polwan ini malah Diajak Kabur PSK

tribunnews 08-08-17 10:41 nasional

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - "Menjadi wanita adalah takdir, tetapi menjadi Polwan adalah pilihan hidup". Hal itu yang diungkapkan oleh Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti yang merupakan lulusan Sepolwan tahun 1984/1985. Putri pasangan Suprapti dan Sutaryono, lahir di Banjarnegara 6 Desember 1963 ini merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Henny menuturkan, awal mula timbul keinginan dirinya menjadi Polwan, karena dari kebiasaan melihat kedua orangtuanya yang mengenakan seragam Polri. "Dari situ saya ingin menjadi Polwan seperti orang tua saya yang berprofesi menjadi anggota Polri," tuturnya. Ia menceritakan, selama mengabdi banyak cerita dan pengalaman yang ia dapatkan. Cerita unik yang sampai sekarang Ia kenang. Yaitu ketika menggelar razia di hotel kelas melati, tiba-tiba dirinya ditarik oleh seorang PSK untuk diajak berlari. "Saat saya melakukan razia di hotel melati, malah tangan saya ditarik oleh seorang PSK untuk diajak lari menghindari petugas. Mungkin dikiranya saya juga bagian dari mereka, he..he..he..," ceritanya sambil tertawa di hadapan staf humas, Selasa (8/8/2017) pagi. Selain kesibukannya sebagai pelayan masyarakat, Henny juga tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Sejak nikah pada tahun 1987 dengan Sunarto yang juga anggota Polri, hingga kini sudah dikaruniai empat anak dan satu orang cucu, yang semuanya laki-laki. Melihat teknologi berkembang pesat, khususnya dalam hal penggunaan media sosial AKP Henny berpesan agar menggunakannya dengan hati-hati dan bijak. Jangan sampai media sosial digunakan untuk melakukan tindak kejahatan, seperti penipuan, ujaran kebencian, atau SARA dan penghinaan. Jauhi itu. "Sekarang kan era digital, gampang sekali orang bikin berita/informasi di media sosial. Saya berpesan agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menggunakannya," pungkasnya. (tribunjateng/humas porles temanggung)

Berita Terkait