Masih Tingginya Harga Cabai Rawit Merah, Arif Imbau Masyarakat Lakukan Urban Farming

tribunnews 12-03-21 23:31 ekonomi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komoditas cabai rawit merah hingga saat ini terpantau masih mengalami peningkatan harga. Peningkatan ini, dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Muhammad Arif Sambodo merata terjadi secara nasional di berbagai wilayah di Indonesia. Cabai rawit merah ini memang merupakan komoditas yang mudah tumbuh, akan tetapi juga sangat rentan apabila bersinggungan dengan cuaca. Melihat kondisi cuaca saat ini yang cenderung sering hujan, menyebabkan kenaikan harga cabai rawit merah ini merata di daerah-daerah lainnya di Indonesia. Sehingga dalam hal ini menyebabkan terjadinya kelangkaan stok dari daerah penghasil, dimana umumnya untuk cabai rawit merah ini didatangkan dari daerah Wates, Temanggung, Magelang, dan Jawa Timur, tutur Arif kepada Tribun Jateng saat ditemui di kantornya, Jumat, (12/3/2021). Menanggapi situasi ini, Arif pun mengimbau kepada masyarakat untuk mencoba kegiatan urban farming atau aktivitas menanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah, sebab komoditas cabai ini dinilainya sangat mudah untuk dibudidayakan di rumah. Dengan begitu, dikatakannya dapat membantu mengurangi tekanan kondisi cabai di pasar. Selain mencoba untuk memanfaatkan pekarangan, saya juga menegaskan untuk saat ini kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah, adapun untuk konsumen untuk saat ini bisa memanfaatkan komoditas cabai lainnya sepert cabai rawit hijau, cabai merah keriting, dan cabai merah teropong, imbuhnya. Adapun hingga hari ini, menurut pantauan Disperindag di pasar induk acuan yakni Pasar Johar, harga cabai rawit merah saat ini telah memiliki kecenderungan mengalami sedikit penurunan, dari beberapa waktu yang lalu sempat sekira Rp 100 ribu per kilogram, saat ini sudah berada di angka Rp 95 ribu per kilogram. Sedangkan untuk pantauan harga cabai rawit merah di pasar-pasar lainnya di Kota Semarang dikatakannya masih variatif. Lanjutnya, Arif optimis kedepan kondisi harga cabai rawit merah ini akan perlahan-lahan stabil kembali, yang diimbangi dengan mulai berkurangnya intesitas hujan. Ia pun memprediksi harga akan normal kembali, pada awal bulan Mei mendatang. Dengan adanya cuaca yang saat ini semakin baik, apalagi bulan Maret ini sudah berkurang intesitas hujannya, kami optimis hal ini dapat membantu penurunan harga cabai rawit merah. InsyaAllah jelang lebaran mendatang harga sudah normal kembali, jelang masa lebaran pun nantinya kami juga akan mengantisipasi kenaikan harga dari komoditas pangan, jelasnya. Sementara itu, terkait dengan adanya kondisi kenaikan harga cabai merah saat ini, dikatakan Arif bahwa Disperindag tidak melakukan operasi pasar, sebab cabai rawit merah termasuk dalam komoditas yang mudah busuk. Adapun langkah-langkah lainnya yang dilakukan Disperindag yakni dengan mengimbau kepada dinas-dinas yang terkait di kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi cabai dengan pilihan yang lainnya, menerapkan langkah ozonisasi, terus melakukan pemantauan harga, serta terus berkoordinasi dengan daerah-daerah penghasil komoditas cabai rawit merah tersebut. (*)