Ajakan Presiden Benci Produk Luar Negeri, Rocky Gerung: Jokowi Produk Lokal Sekaligus Gagal

tribunnews 07-03-21 11:26 umum

TRIBUNJATENG.COM- Rocky Gerung menyindir Presiden Jokowi sebagai produk lokal sekaligus produk gagal. Hal itu dikatan Rocky Gerung saat Presiden Jokowi menggaungkan kampanye benci produk asing. Mulanya, Rosi selaku pembawa acara menanyakan mengapa Presiden menggunakan kata benci. Menurut Rocky, pernyataan Jokowi tersebut merupakan pernyataan yang spontanitas dan benar disebut oleh Jokowi. "Ketika spontan itu berarti reaksi otak itu tidak bisa ditunda," ujar Rocky Gerung. Baca juga: Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Diajak Seseorang Ikut Kudeta Partai Demokrat dari AHY Baca juga: Dahulu Marah Suami Direbut Orang, Kini Maia Estianty Malah Berterima Kasih Baca juga: Mengenal Sentra Pengolahan Keripik Kepompong Khas Temanggung di Gemawang Baca juga: Sejumlah Pedagang Pasar Mranggen Divaksin, Ketua DPRD Demak Ingatkan Tetap Patuhi Prokes Dirinya pun menanggapi pernyataan Bima Arya yang menuding Rocky sebagai orang yang membenci Jokowi. Rocky Gerung menyebut bahwa Jokowi merupakan produk lokal yang tidak seharusnya ia benci. "Tadi Bima Arya menyatakan bahwa saya membenci Pak Jokowi. Apakah Pak Jokowi produk asing sehingga saya harus benci? Kan nggak kan?" ujar Rocky, dikutip dari Youtube Kompas TV. Tak hanya itu, Rocky menyebut bahwa Jokowi merupakan produk lokal sekaligus produk gagal. "Pak Jokowi kan produk lokal walaupun produk gagal," lanjutnya. Menurutnya, kata benci yang dipakai Jokowi berkaitan dengan diksi yang dipakai. Rocky menyebut seharusnya Jokowi konsisten untuk tidak memakai produk asing. Roky Gerung lantas mempertanyakan soal unicorn. "Kalau benci, ok, konsisten, apakah Unicorn itu asing atau lokal, bukankah Jokowi yang promosikan Unicorn itu, start up itu, kita hanya ingin memperlihatkan Presiden itu akhirnya membenarkan tesis tentang man of contradiction, jadi saya hanya mengikuti jalan pikiran publik," kata Rocky Gerung. Rocky kembali menekankan bahwa Jokowi merupakan produk gagal. "Ya kontradiksi, kontradiksi juga pikiran Arya Bima tuh, saya tidak benci Pak Jokowi karena beliau adalah produk lokal bukan produk asing, walaupun produk gagal," kata Rocky Gerung. Rocky Gerung lalu berharap Presiden Jokowi bisa melakukan kompetisi produk luar negeri dan dalam negeri. "Kalau produk dalam negeri itu ingin laku, maka harus dibuat berkompetisi," ujarnya. Rocky Gerung kecewa dengan Presiden Jokowi lantaran harus mengkampanyekan kebencian dengan produk asing. Seharusnya, menurutnya Presiden Jokowi lebih bisa membuat aturan kompetisi perdagangan. "Memilih kata benci dalam bawah sadar Presiden Jokowi itu tidak ada aturannya berpikir tentang perdagangan, ngapain membenci produknya," ujarnya. Rocky Gerung lalu menilai Presiden Jokowi selalu kontradiksi antara ucapan denagn tindakan. "Rakyat menemukan Presiden Jokowi adalah the Man of contradiction, dan unicorn bukan produk dalam negeri," ujar Rocky Gerung. Tak hanya itu, Rocky Gerung menyindir para pejabat yang suka menggunakan barang branded. "Berapa banyak anggota dean termasuk Bima Arya yang memakai jas handmade untuk menemui Presiden Jokowi, pasti pakai barang branded," ujar Rocky Gerung. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa heran dengan pernyataannya tentang benci produk asing atau produk luar negeri yang menjadi ramai diperbincangkan. Menurut dia, hal itu adalah hak kita untuk tidak menyukai produk luar negeri. "Kemarin (Kamis-Red) saya sampaikan untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia, dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing, masa ngga boleh kita ngga suka? Kan boleh saja tidak suka pada produk asing. Gitu aja ramai. Saya ngomong benci produk asing, gitu aja ramai," katanya. Hal itu dikatakan Jokowi dalam sambutan di Rapat Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) masa bakti 2019-2022, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (5/3). Menurut dia, permintaan agar cinta produk dalam negeri dan benci produk asing itu ditujukan agar perbaikan ekonomi Indonesia melalui peningkatan permintaan tidak hanya menguntungkan produk-produk luar negeri. Tetapi, Jokowi menyebut, hal itu juga harus meningkatkan konsumsi produk dalam negeri. "Agar tercipta efek domino, sehingga dorongan untuk menggerakkan roda ekonomi di dalam negeri semakin besar," jelasnya. Adapun, dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkap cerita awal hingga Presiden Jokowi menggaungkan benci terhadap produk asing. Menurut dia, awalnya ia memaparkan sebuah artikel Word Economic Forum terkait dengan tumbuhnya industri fesyen Islam di Indonesia. Dalam artikel itu, diberikan contoh seorang pedagang hijab di Pasar Tanah Abang, yang memiliki konveksi dengan jumlah pekerja mencapai 3.000 orang. Pengusaha itu mesti membayar ongkos gaji per tahun sekitar Rp 10 miliar atau 650 ribu dollar AS), di mana angka itu bukan angka yang kecil. Apa yang terjadi? Lutfi menyatakan, hijab yang dijual itu terekam oleh artificial intelligence salah satu perusahaan online asing yang datangnya dari luar negeri. Setelah perusahaan online asing berhasil merekam terkait dengan bentuk, warna, dan harga hijab yang dijual pedagang Indonesia, pihak asing itu lalu membuat produk yang sama dan menawarkannya dengan harga jauh lebih murah. (*) Baca juga: 2 Anak yang Tenggelam di Tegal Ditemukan Meninggal Dalam Dasar Kubangan Galian Batu Bata Baca juga: Mahfud MD Sebut Ketua Umum Partai Demokrat yang Diakui Pemerintah Saat Ini Masih AHY Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Minggu 7 Maret 2021 Buka di Empat Lokasi Baca juga: Dahulu Marah Suami Direbut Orang, Kini Maia Estianty Malah Berterima Kasih