Lagi Pesta Miras Ciu Manohara,  Gerombolan Pria Bertato di Semarang Disergap Tim Resmob Elang Utara

tribunnews 07-03-21 08:42 nasional

Penulis: Reza Gustav TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Resmob Elang Utara menyergap sekumpulan warga yang tengah pesta miras di pinggir Jalan Imam Bonjol Kota Semarang, Minggu (7/3/2021) dini hari. Sebanyak 11 orang dikumpulkan oleh tim bentukan Polsek Semarang Utara tersebut. Mereka diketahui menenggak botol Ciu Manohara (ciu+minuman suplemen) serta meresahkan warga sekitar. Baca juga: Ditemukan Mayat Bayi Laki-laki di Sragen, Diduga Dilahirkan Tanpa Bantuan Medis Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Cilacap Bus Wisata Razka vs GranMax, Berawal dari Mendahului Truk Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Demak, Minggu, 7 Maret 2021 Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Minggu 7 Maret 2021 "Minum nggak tadi?!," tanya Katim Elang Utara Aiptu Agus Supriyanto atau yang kerap disapa Agus Arab kepada satu di antara warga tersebut. "Saya cuma main ke sini, baru saja datang," jawab pria bertato di muka itu. Aiptu Agus kemudian mendekat ke wajah pria itu dan memeriksa aroma dari mulut untuk mengetahui apakah tercium aroma miras. Sebagian besar dari mereka yang tampak bertato itu kemudian diminta membuka baju untuk digeledah dan dimintai keterangan oleh Polisi. Mereka merupakan warga dari berbagai daerah di Kota Semarang, di antaranya dari Semarang Utara, Semarang Tengah, Tembalang dan wilayah lain. Sebelum dibubarkan, mereka diberikan pembinaan dan beberapa hukuman seperti push-up serentak. Saat itu, Polsek Semarang Utara tengah melakukan patroli rutin malam minggu yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara Iptu CR Haryono bersama Katim Elang Utara Aiptu Agus Supriyanto atau kerap disapa Agus Arab. Apel kegiatan itu pun dipimpin langsung oleh Kapolsek Semarang Utara Kompol Budi Abadi. "Kami melakukan patroli rutin kewilayahan bersama unsur TNI dan relawan Pokdarkamtibmas untuk menjaga keamanan wilayah Semarang Utara," ungkap Iptu CR Haryono. "Kami membubarkan kerumunan pesta miras yang meresahkan warga dan tempat-tempat lain ditambaha lagi yang tidak tertib protokol kesehatan," imbuhnya. Bubarkan Tawuran Bulan Februari lalu, Tim Resmob Semarang Utara juga membubarkan tawuram. Sekawanan pemuda melakukan tawuran atau baku hantam di area depan Pasar Perbalan, Semarang Utara, Kota Semarang pada Minggu (14/2/2021) dini hari. Diketahui total sebanyak 20 orang dari kedua kubu dikumpulkan oleh Tim Resmob Elang Utara Polsek Semarang Utara yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara Iptu CR Haryono. Tawuran tersebut bukan didasari oleh dendam antar kelompok atau antar kampung, melainkan masalah percintaan antar personal. Diketahui dua laki-laki memperebutkan satu perempuan hingga akhirnya terjadi tawuran. Para teman masing-masing yang saling membela menyebabkan permasalahan itu berujung menjadi tawuran antar kelompok. "Motifnya tawuran karena cinta segitiga," ungkap Katim Resmob Elang Utara Aiptu Agus Supriyanto kepada Tribunjateng.com. Sebelumnya, Polisi mendapat laporan dari warga yang resah karena keributan atau tawuran di depan Pasar Perbalan. Hingga akhirnya para pemuda yang sedang tawuran itu didatangi Polisi dan langsung tercerai-berai kabur. Saat para pemuda yang sebagian merupakan remaja tersebut dikumpulkan, Aiptu Agus langsung mencari biang kerok atau penyebab permasalahan mereka. Baca juga: Ditemukan Mayat Dalam Karung Diduga Korban Pembunuhan, Lokasi Jauh dari Permukiman Baca juga: Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 2 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 76 Subtema 2 Dongeng Kiki dan Kiku Baca juga: Prakiraan Cuaca Temanggung Hari Ini Minggu 7 Maret 2021, Waspadai Hujan Lebat Sore Hari Baca juga: Makin Tak Kondusif, Vietnam & Thailand Segera Pulangkan Warganya dari Myanmar Mulai 11 Maret "Niku, masalah hati kula iki, Pak (masalah hati saya ini, Pak).Pacare kula, kula senengi tenan, malah jelas-jelas janjian kalih niku (Pacar saya benar-benar saya cintai, malah janjian sama dia, laki-laki lain)." "Bar tarung, malah piyambake mlayu (setelah itu kami berkelahi, malah dia kabur)," ujar pemuda berinisal A, warga setempat yang terlibat tawuran dan namanya diminta disimpan. Tidak ditemukan adanya senjata tajam. Namun Polisi menemukan satu botol minuman keras berupa ciu. "Setelah kami interogasi, kami berikan pembinaan lalu kami bubarkan," kata Aiptu Agus yang kerap disapa Agus Arab tersebut. (tribunjateng/rez)