Mensos Risma Bakal Sulap Balai Rehab di Temanggung untuk Disabilitas-Lansia

detik 05-03-21 18:47 umum

Temanggung - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bakal menyulap Balai Besar Rehabilitasi Penyandang Disabilitas menjadi campur dengan lansia. Balai rehab ini diharapkan bisa melayani semua warga yang membutuhkan. "Nanti ke depan, 'Pak Gubernur' (Ganjar Pranowo) balai ini akan saya buat campuran'. Jadi nanti bisa untuk menampung lansia, bisa menampung misalnya netra, netra saja bukan, tapi semuanya sehingga kalau warga di sekitar sini ada yang membutuhkan bisa diakses," kata Risma di sela-sela meresmikan Sentra Kreasi Atensi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini, Temanggung, Jumat (5/3/2021). "Yang berikutnya adalah akan kita buat semacam call center 24 jam," sambungnya. Baca juga: Bebersih Sungai di Klaten, Relawan 'Pancing' Spring Bed-Kayu Risma mengatakan nantinya unit pelayanan teknis (UPT) milik Kemensos ini bakal dilengkapi dengan fasilitas ambulans dan mobil jenazah. Sehingga nantinya peranan balai ini bisa jadi lebih maksimal. "Nanti kita bisa perbantukan mobil ambulans kalau warga membutuhkan dan mobil jenazah sehingga peranan balai akan bisa lebih maksimal untuk menolong saudara-saudara kita," ujar Risma. Risma mengaku punya visi agar balai rehabilitasi milik Kemensos bisa multifungsi. Pihaknya pun kini tengah mematangkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung rencana itu. "Ya nanti ke depan rencananya seperti itu akan multifungsi, jadi kalau daerah lebih dekat. Misalnya lansia di sini (Kartini) nggak ada lansia, padahal banyak lansia yang membutuhkan. Sehingga nanti ke depan bisa lebih dekat, cuma permasalahannya tidak sekadar itu harus SDM kita juga harus belajar seperti itu. Atau kita menyiapkan SDM yang memang menangani itu," tutur mantan Wali Kota Surabaya itu. Baca juga: Ke Solo, Menag Siapkan Groundbreaking Replika Grand Mosque Abu Dhabi Risma menyebut rencana ini masih digodok matang. Sebab, pihaknya masih harus menyiapkan bangunan serta kebutuhan SDM penunjang fasilitas tersebut. "Ini sudah mulai, cuma kan tidak bisa secepat membuat kayak gedung ini lebih mudah, dibandingkan kita harus melatih SDM-nya karena nggak mudah. Misalnya biasanya hanya nangani lansia kemudian harus nangani yang tunagrahita, tunanetra, itu nggak mudah. Jadi harus ada waktu untuk kita menyesuaikan," tutur Risma.