Wabup Banyumas klaim kasus COVID-19 cenderung menurun

antarajateng 24-02-21 15:26 lain-lain

Purwokerto (ANTARA) - Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kasus COVID-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir. "Berdasarkan data Februari 2021 hingga Hari Selasa (23/2), jumlah kasus positif tercatat sebanyak 1.062 kasus. Jumlah tersebut lebih rendah dari Bulan Januari 2021 yang mencapai 1.977 kasus, bahkan jauh lebih rendah dari Bulan Desember 2020 yang sebanyak 2.760 kasus," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu. Ia mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Dalam Rangka Pelaksanaan Asuransi Pertanian 2021 yang diselenggarakan Direktorat Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Baca juga: Pakar: Kemungkinan dua varian virus Corona bergabung bentuk varian baru Bahkan, katanya, dalam tiga hari terakhir kasus positif baru yang muncul juga cenderung di bawah 50 kasus, yakni pada Minggu (21/2) 15 kasus, Senin (22/2) 35 kasus, dan Selasa (23/2) 34 kasus. "Sejak terjadinya pandemi di Banyumas terdapat sebanyak 7.895 kasus positif COVID-19," katanya. Menurut dia, penurunan juga terjadi pada kasus kematian akibat COVID-19 karena selama Januari 2021 tercatat 135 orang, namun pada Februari 2021 hingga Selasa (23/2) 58 orang. Ia mengatakan jumlah kasus kematian akibat COVID-19 tersebut juga jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan data Desember 2020 yang tercatat 138 orang. "Jumlah yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Banyumas sejak Bulan Maret 2020 hingga Tanggal 23 Februari 2021 tercatat sebanyak 408 orang," katanya. Saat memberi sambutan pada pembukaan kegiatan sosialisasi asuransi pertanian, Wabup Sadewo Tri Lastiono mengharapkan pandemi COVID-19 dapat segera berakhir. Ia mengatakan berdasarkan informasi per 23 Februari 2021, Kabupaten Banyumas telah masuk ke zona kuning penyebaran COVID-19. "Sekarang sudah ada kriteria yang ditentukan oleh pusat. Zona merah itu kalau dalam satu RT terdapat lebih dari 10 rumah yang terkonfirmasi positif COVID-19. Banyumas, insyaallah tidak ada, yang paling tinggi ada satu-dua RT zona oranye, tapi sebagian besar kuning dan ada yang hijau," katanya. Ia mengharapkan jumlah kasus COVID-19 di Banyumas ke depan terus menurun seiring dengan berjalan vaksinasi COVID-19. Baca juga: Mendikbud: Pembelajaran tatap muka dimulai setelah vaksinasi guru Baca juga: Temanggung buka pos pelayanan massal vaksinasi COVID-19