Anti Mainstream! Pemerintah Jepang Bentuk Jabatan Menteri Kesepian, Ini Tugas dan Fungsinya

tribunnews 20-02-21 08:33 nasional

TRIBUNJATENG.COM, JEPANG - Pemerintah Jepang membentuk jabatan yang mungkin semua negara di dunia tidak memilikinya, menteri kesepian. Jabatan itu setaraf menteri-menteri lainnya di Jepang. Alasan pembentukan kementerian itu bukan untuk mengatasi orang jomblo, namun untuk mengurangi angka bunuh diri yang tinggi di Jepang. Baca juga: Kokedama Teknik Menanam Ala Jepang Diperkenalkan Mahasiswa KKN Undip Bantu Kurangi Pot Plastik Baca juga: Gempa di Jepang Sebabkan Puluhan Bangunan Mengalami Kerusakan Baca juga: Logat Semarangan Kevin Muncul Saat Gempa M 7,3 di Jepang: Metu Cuk, Gempa Gedhi, Matamu, Bajilak Di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung, banyak orang menderita secara fisik maupun mental, tak terkecuali Jepang. Untuk mengatasi masalah ini, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah menunjuk seorang politikus Tetsushi Sakamoto menjadi Menteri Kesepian. Sakamoto akan mengurusi kementerian yang mengatasi kesepian dan isolasi yang menjadi semakin umum di Jepang selama pandemi ini. Penunjukan kabarnya diberlakukan setelah muncul laporan yang menunjukkan bahwa jumlah kasus bunuh diri di Jepang meningkat selama setahun terakhir. Di antara kasus bunuh diri tersebut, jumlah mayoritasnya adalah wanita dan kaum muda sebagaimana dilansir dari World of Buzz, Jumat (19/2/2021). Peneliti berpendapat, banyaknya wanita yang bunuh diri selama pandemi dikarenakan wanita cenderung lebih banyak bekerja di sektor ritel dan jasa. Sehingga, saat pandemi seperti ini, mereka kehilangan pekerjaan dan menjadi depresi. Lonjakan tersebut terjadi pada paruh kedua 2020 dengan Oktober mengumpulkan jumlah kematian terbanyak yakni 2.153 kematian dalam satu bulan dalam rentang waktu lima tahun. Jika dibandingkan dengan Oktober 2019, jumlah wanita di Jepang yang bunuh diri melonjak 82,6 persen, lapor CGTN. Pemerintah Jepang sekarang mengambil langkah aktif untuk membantu mengekang lonjakan kasus bunuh diri. Jepang melakukannya dengan memperluas layanan konsultasi dan memperkenalkan organisasi pendukung kepada mereka yang membutuhkan. Dilansir dari Japan Times, Suga meminta Sakamoto mengawasi upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kesepian dan isolasi. Wanita lebih menderita (daripada pria), dan jumlah kasus bunuh diri sedang meningkat. Saya harap Anda akan mengidentifikasi masalah dan mempromosikan langkah-langkah kebijakan secara komprehensif, kata Suga kepada Sakamoto dalam sebuah pertemuan. Baca juga: Prakiraan Cuaca Wonosobo Hari Ini Sabtu 20 Februari 2021 Baca juga: Prakiraan Cuaca Temanggung Hari Ini Sabtu 20 Februari 2021 Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 7 Halaman 119 120 124 125 Buku Tematik Indahnya Keragaman Negeriku Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Sabtu 20 Februari 2021 Buka di Empat Lokasi Dalam konferensi pers di kemudian hari, Sakamoto berharap dapat melakukan kegiatan untuk mencegah kesepian dan isolasi sosial serta untuk menjaga hubungan antar-manusia. Dia mengungkapkan rencananya untuk mengadakan forum darurat pada akhir Februari. Forum tersebut akan mendengarkan pendapat dari mereka yang membantu orang-orang yang menghadapi kesepian dan isolasi, serta membahas langkah-langkah yang diperlukan. Suga berencana menghadiri forum tersebut. (*) Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul : Cegah Bunuh Diri, Jepang Tunjuk Menteri Kesepian