Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Jenderal Polisi yang Fasih Memarut Kelapa

tribunnews 19-02-21 17:43 nasional

TRIBUNJATENG.COM, BLORA Komjen Pol Agus Andrianto baru saja ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Tentu banyak kenangan bagi jenderal bintang tiga kelahiran Blora 16 Februari 1967 di kampung halamannya. Masa kecil Agus Andrianto sampai remaja dihabiskan di Blora. Baca juga: Nekatnya Warji Grobogan Semprotkan Air Cabai ke Mata Utomo Temanggung, Begal Berakhir di Penjara Baca juga: Sisi Lain Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto: Asal Blora, Semua Saudara Laki-laki Bernama Agus Baca juga: Cuma Minum Air Kelapa, Suami Jadi Kuat di Ranjang, Istri Minta Ampun Hingga Lapor Polisi Baca juga: Nasi Komando Makanan Ekstrem Paling Enak dalam Pendidikan Komando TNI Marinir Ekstra Keras Komjen Pol Agus Andrianto. (Istimewa) Sehari-hari dia tinggal di sebuah rumah sederhana yang material bangunannya didominasi kayu. Rumah yang terletak di Jalan Kolonel Sunandar Nomor 45 Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora itu saat ini ditinggali oleh salah satu kakaknya. Di sebelahnya, terdapat rumah berdinding tembok yang kini menjadi hunian adiknya bungsunya, Agus Oni Setiawan (48). Obi sebagai adik kandung, tentu banyak kenangan masa kecil dengan sang kakak yang kini menjadi orang nomor satu di jajaran reserse kriminal Polri. Paling dia ingat dari sosok sang kakak adalah perangainya yang tegas dan mampu membimbingnya. Jadi dia itu jadi kebanggaan keluarga, juga panutan termasuk bagi kakak-kakaknya yang lebih tua, kata dia. Di balik moncernya karir sang kakak di Korps Bhayangkara, rupanya sejak belia terbilang anak yang taat pada orangtua. Utamanya pada ibu. Bagaimana tidak, setelah bangun pagi Agus Andrianto sudah pasti melakukan pekerjaan rumah mencuci pakaian. Baru setelahnya dia membantu sang ibu memasak. Saat itu, sang jenderal bintang tiga di masa muda itu selalu kebagian tugas oleh ibunya memarut kelapa. Beliau sangat fasih memarut kelapa. Beliau juga pandai membantu ibu masak bikin sambel tempe lombok ijo. Sambel tempenya juga enak, ujar Oni saat ditemui di kediamannya, Jumat (19/2/202). Sebagai adik, dia juga sesekali harus mendapat marah dari kakaknya. Katanya, sang kakak itu merupakan pribadi yang disiplin dan rapi. Kalau saya masuk kamar, terus habis itu acak-acakan pasti marah, tandas Oni. Oni menganggap, keberhasilan kakaknya itu tidak lain karena berangkat dari kedisiplinan sejak kecil berikut doa orangtua. Kesaksian serupa atas kepribadian Agus Andrianto datang dari kawan masa kecilnya yang juga masih keponakannya, Arinto Prasetya (51). Arinto Prasetya (51) keponakan Komjen Agus Andrianto sekaligus kawan masa kecil menunjukkan foto pernikahan Komjen Agus Andrianto (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI) Di masa kecil, kata Arinto, aktivitas yang acap kali dilakukan Agus Andrianto yakni badminton, bersepeda, dan mengejar layangan putus. Namun sebelum bermain dia memiliki kebiasaan membantu orangtua. Jadi Om Agus Andrianto kalau mau main sebelumnya membantu orangtua atau eyang. Kalau belum selesai tidak main, tuturnya. Layaknya anak kecil saat itu, Agus Andrianto termasuk anak yang suka bermain petasan. Memang saat itu anak-anak bermain petasan menjadi hal yang lazim, apalagi saat Ramadan atau jelang lebaran. Kata Oni, pernah suatu ketika muka kakaknya itu terbakar hanya gara-gara serbuk petasan. Jadi muka Mas Andri itu terbakar, serbuk petasan itu disulut obat nyamuk terus mengenai mukanya. Luka bakar di wajah mengakibatkan Agus Andrianto harus dilarikan ke rumah sakit. Untuk menghilangkan bekas lukanya itu, ujar Oni, kakaknya rutin mengusap wajahnya dengan daun jambu biji sebelum mandi. "Sekarang kan sudah tidak terlihat itu bekas luka bakarnya," kata dia.