Sektor Pertanian Jadi Andalan saat Pandemi, Ganjar Siapkan Tegal Jadi Sentra Bawang Putih

tribunnews 13-02-21 04:25 ekonomi

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi ini secara kumulatif pada 2020 menurun hingga minus 2,65 persen. Meskipun demikian, ada sektor yang masih bertahan bahkan unggul saat pandemi ini. Antara lain di sektor teknologi komunikasi dan informasi serta pertanian. "Karena produksi pertanian tinggi sehingga terwujudnya kemandirian pangan." "Dengan peningkatan produktiitas pangan, terwujud distribusi lancar, stablilitas pangan serta lumbung cadangan pangan." Baca juga: Survei Elektabilitas Ganjar Pranowo Masih Tertinggi, Disusul Anies Baswedan, Puan Maharani Baca juga: Ganjar Kaget Prie GS Meninggal, Masih Ingat Guyonan Sampeyan Itu Ndak Cocok Jadi Gubernur Baca juga: Bupati Temanggung Al Khadziq Berterima Kasih Kepada Ganjar Pranowo Soal Jateng di Rumah Saja "Lalu peningkatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya pangan lokal, optimalisasi pemanfaatan pekarangan sehingga meningkatkan NTP (nilai tukar petani)," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam webinar terkait perekonomian, Jumat (12/2/2021). Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan nasional yang selama ini masih didatangkan dari luar negeri atau impor, Ganjar bertekad menjadikan Kabupaten Tegal sebagai sentra bawang putih di Jateng. Gubernur dua periode ini menyampaikan telah bertemu Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembangkan Tegal menjadi sentra tanamam umbi-umbian tersebut. "Saya sudah bertemu Rektor IPB dan menyampaikan Kabupaten Tegal bakal dijadikan center of excelece bawang putih," jelasnya. Dengan adanya sentra pertanian bawang putih, ia mengklaim produktivitas bawang putih secara nasional bisa ditingkatkan hingga 300 persen. Saat ini, kata dia, produksi dalam negeri baru bisa mencapai 80 ribu ton, sedangkan kebutuhannya bisa mencapai 450 ribu ton. Dengan begitu, pemerintah bisa menurunkan angka impor secara signifikan dengan mengandalkan dari dalam negeri. Ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang lahannya cocok untuk pertanian garlic ini. Selain di Tegal, ada juga di Tawangmangu Karanganyar dan Temanggung. "Selama ini, bawang putih sebagian besar dari impor. Kami mencoba untuk uji coba dorong produktivitas lokal," ujarnya. Terkait impor bahan hortikultura semisal bawang putih, gula, dan sebagainya, Ganjar mengungkapkan berniat untuk mendorong sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng agar mendapatkan izin impor. Baca juga: Ganjar Pranowo Tidak Baper Nama Depannya Jadi Soal Jelek Buku Agama: Yang Namanya Ganjar Banyak Baca juga: Ganjar Pranowo Bikin Vlog Banjir Stasiun Tawang Semarang Sudah Surut Baca juga: Ganjar Pranowo Sebut 4 Daerah Ini Paling Sukses Terapkan Jateng di Rumah Saja "Saya negosiasi soal ini ternyata (jadi) pemegang hak impor luar biasa rumit. Jika BUMD diberikan kuota (impor) maka akan kuat. Daerah tidak hanya ndomblong (melongo)," ujarnya. Seperti diketahui, saat ini sejumlah petani di Kabupaten Tegal tepatnya di Tuwel Kecamatan Bojong atau dekat dengan Objek Wisata Guci, menanam bawang putih. Beberapa dari mereka merupakan petani mitra importir bawang putih. Karena importir memiliki syarat wajib tanam. Beberapa dari petani bawang putih juga merupakaan binaan Bank Indonesia (BI).(mam)