Unik! Pasar di Magelang Ini Cuma Buka Tiap Jumat Pahing

detik 05-02-21 20:33 travel

Magelang - Pasar yang satu ini unik, bukanya tiap 35 hari sekali atau selapan tepatnya pada hari Jumat Pahing. Lokasinya ada di Magelang. Namanya Pasar Kiringan yang berada di Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah atau berada di pinggir Jalan Tempuran menuju Borobudur. Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Jalur Pendakian Sumbing via Butuh Ditutup Pasar yang buka tiap Jumat Pahing, pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang rata-rata sebelumnya pernah bernazar. Pengelola pasar menyediakan lahan parkir di tanah lapang yang luas. Kebanyakan datang bersama keluarganya naik mobil pribadi, sepeda motor, rombongan maun naik andong. Pasar ini cuma buka tiap Jumat Pahing (Eko Susanto/detikTravel) Adapun di pasar ini yang berjualan komplit sekali. Suasana alami sebagai pasar tradisional masih sangat kental sekali. Menu kuliner juga tersedia, kemudian penyajiannya kebanyakan dengan lesehan. Bagi pengunjung yang bernazar datang membeli bunga, kemudian bunga dibawa menuju seorang juru kunci dan disampaikan nazarnya. Selanjutnya, bunga tersebut dibuang di bawah pohon beringin di pasar tersebut. "Dulu saya pernah bernazar 'jika anak saya sudah bisa jalan, saya mau ajak ke sini'. Alhamdulillah sudah bisa jalan, terus saya ajak ke sini," kata Ninik Emi (35), saat ditemui detikTravel di Pasar Kiringan, Jumat (5/2/2021). Ninik Emi yang merupakan warga Desa Muntung, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, menuturkan, datang ke Pasar Kiringan bersama keluarganya. Tadi ke pasar membeli bunga, kemudian dibawa menuju seorang juru kunci dan menyampaikan maksud nazarnya. "Tadi beli bunga di depan, terus pasrah juru kuncinya nazarnya apa, lalu didoakan dan sudah terlaksana," ujar seraya menyebut anak ketiganya, Sulaiman Zaid Alfajri. Banyak juga pengunjung yang bernazar (Eko Susanto/detikTravel) Ayah Sulaiman Zaid Alfajri, Aniz Efizudin menambahkan, rencana ke Pasar Kiringan pada Jumat Pahing, bulan lalu. Rencana tersebut tertunda karena sempat terpapar Corona, kemudian dilaksanakan setelah sembuh. "Rencana ke sini Jumat Pahing bulan lalu, tapi tertunda karena kami sempat terpapar Corona. Setelah sembuh dilaksanakan hari ini sekalian syukuran," kata Aniz. Baca juga: Borobudur Jadi Rumah Ibadah Umat Buddha Tak Sesuai UU Cagar Budaya Sementara itu, Juru kunci, Maksum mengatakan, pasar ini buka tiap hari Jumat Pahing. Mereka yang datang ke sini kebanyakan punya nazar. "Nazarnya apapun bisa terkabul. Tadi ada yang datang dari Pacitan Jawa Timur," ujarnya. Ia telah lama menjadi juru kunci menambahkan, orang yang bernazar menyampaikan maksudnya. Adapun pengelolaan pasar ini dilakukan Desa Ringinanom. Keberadaan pasar ini telah lama sekali yang dibuka tiap 35 hari sekali atau selapanan. Mereka yang datang dari jauh-jauh, sedangkan warga sekitar biasa saja. "Pasar ini digelar 35 hari atau selapanan. 'Ada nazar misalkan anaknya habis sakit terus sembuh terus ke sini jajanlah'. Itu lesehan makan di sini, ada nasi bebek, terus ada klubanan gitu terus membeli juga seperti bunga dibungkus daun pisang. Itu sudah keyakinan orang-orang dr jauh, dari warga sini biasa saja dari dulu sudah berlaku seperti itu," kata Sekretaris Desa Ringinanom, Hesti Yudayani. Simak Video "Uniknya Pasar Kiringan Magelang yang Digelar Tiap Jumat Pahing"