Alokasi pupuk urea bersubsidi di Kudus naik

antarajateng 29-01-21 19:59 ekonomi

Kudus (ANTARA) - Alokasi pupuk urea bersubsidi untuk sektor pertanian di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 2021 mengalami kenaikan, dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya. "Alokasi pupuk urea yang diterima pada tahun ini mencapai 12.075 ton atau lebih banyak dibandingkan alokasi tahun 2020 yang tercatat hanya 11.000 ton," kata Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin di Kudus, Jumat. Selain itu, lanjut dia, alokasi yang diterima tahun ini juga mendekati Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) karena usulannya sebesar 12.080,05 ton, sedangkan realisasinya 12.075 ton. Pada tahun 2021 disebutkan bahwa untuk tanaman padi, jagung, dan kedelai tidak mendapatkan pupuk Za dan SP 36 berdasarkan data Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI). Untuk alokasi pupuk lainnya, seperti SP-36 sebanyak 173 ton, ZA sebanyak 3.311 ton, dan NPK sebanyak 5.478 ton, dan organik 6.478 ton. Alokasi pupuk tersebut, kata dia, ada yang mengalami kenaikan dan ada yang turun. Misal SP 36 justru turun karena tahun sebelumnya mencapai 1.034 ton, demikian halnya NPK juga turun dibandingkan sebelumnya mencapai 7.337 ton. Semenara ZA meningkat dibandingkan sebelumnya hanya 2.725 ton. Sementara harga eceran tertinggi, untuk pupuk urea sebesar Rp2.250 per kg, ZA Rp1.700/kg, SP-36 Rp2.400/kg, phonska Rp2.300/kg, dan petroganik Rp800/kg. "Nantinya ada proses evaluasi dan monitoring untuk mengetahui apakah alokasi yang diterima terpenuhi atau masih kurang. Petani tidak perlu khawatir akan kekurangan pupuk bersubsidi karena pemerintah dipastikan tetap memenuhinya sesuai kebutuhan petani," ujarnya. Bagi petani yang memiliki kebiasaan melakukan pemupukan melampaui alokasi yang diterima, maka disarankan membeli pupuk nonsubsidi karena saat ini semua kios pupuk lengkap (KPL) menyediakan pupuk nonsubsidi. Baca juga: Alokasi pupuk bersubsidi 2021 di Jateng meningkat Baca juga: Alokasi pupuk urea bersubsidi di Temanggung naik 124 persen