Jaga ketahanan pangan, masyarakat Pekalongan dilatih budi daya hidroponik

antarajateng 29-01-21 15:14 ekonomi

Pekalongan (ANTARA) - Masyarakat Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendapat pelatihan budi daya hidroponik atau teknik bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19. Lurah Bandengan Mohamad Abidin di Pekalongan, Jumat, mengatakan pelatihan hidroponik tersebut difasilitasi oleh Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) dan Universitas Pekalongan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brayo Nusantara Kelurahan Bandengan. "Budi daya hidroponik ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak dimanfaatkan," katanya. Baca juga: Stok pangan di Boyolali masa pandemi aman Menurut dia, pada budi daya hidroponik ini, warga bisa menyiasati pemenuhan kebutuhan sayuran seperti sawi, selada, bayam, kangkung, cabai, dan tomat yang dapat langsung dipetik di pekarangannya. "Nantinya, warga bisa memetik tanaman sayuran itu sebagai penopang pemberdayaan ekonomi keluarga," katanya. Ia mengatakan tanaman dari metode hidroponik ini juga lebih cepat dipanen yaitu sekitar 25 hari dan lebih menyehatkan karena tanpa menggunakan pestisida. "Kami berharap warga yang mengikuti pelatihan ini penuh semangat karena yayasan Bintari dan Unikal siap mendampingi dari mulai penyiapan alat dan bahan, penyemaian, pembibitan, masa panen, hingga pascapanen," katanya. Fasilitator Yayasan Bintari Fitri mengatakan pihaknya sejak 1986 berupaya menjadi mitra unggul dalam transformasi masyarakat yang berketahanan dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pelaku pembangunan baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, serta lembaga internasional. Pada pelaksanaan pelatihan hidroponik ini, kata dia, pihaknya siap memfasilitasi pendampingan pada warga untuk mempraktikkan sistem budi.daya tanam tersebut seperti penyediaan alat dan bahannya, mengajarkan pada warga hingga pascapanen. "Dengan adanya pandemi COVID-19 memang perlu gerakan ketahanan pangan keluarga, khususnya jenis sayuran dengan membangun kebun sayur di lahan pekarangannya," katanya. Baca juga: Penuhi kebutuhan pangan, pemerintah dorong peran sektor pertanian selama pandemi Baca juga: Temanggung kembangkan padi varietas inpari 32