Batang gagas desa mandiri melalui lomba pemberdayaan

antarajateng 28-01-21 18:57 ekonomi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang menggagas program desa mandiri melalui lomba pemberdayaan masyarakat dengan hadiah Rp9 miliar. Bupati Batang Wihaji di Batang, Kamis, mengatakan lomba tersebut rencananya direalisasikan pada 2021 hingga 2022. "Melalui perlombaan itu, kami berharap akan muncul desa-desa mandiri yang tidak bergantung dengan pemerintah daerah. Jadi desa harus punya program dari hulu sampai hilir, kemudian manfaat secara ekonomi dari desa," katanya. Ia mengatakan desa yang memiliki rancangan, prospek, dan inovasi pemberdayaan terbaik akan diberikan bantuan keuangan untuk mewujudkan kemandirian desa agar dapat berkembang sesuai rancangan yang telah dibuat. "Harus murni pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan melibatkan masyarakat desa. Manfaat ekonominya kepada desa," katanya. Baca juga: Setiap desa di Batang wajib siapkan lokasi isolasi mandiri Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Batang Ari Yudianto mengatakan perlombaan itu untuk mengembangkan potensi ekonomi dari tingkat desa. "Intinya, kami ingin mengembangkan ekonomi lokal di daerah ini. Perlombaan itu murni harus memanfaatkan sumber daya lokal serta mengangkat produk dan kearifan setiap desa," katanya. Ia mengatakan pemerintah desa harus berinovasi untuk meningkatkan ekonomi lokal sehingga nantinya memunculkan geliat ekonomi secara serempak. "Total hadiahnya Rp9 miliar. Setiap kecamatan memiliki juaranya masing-masing yaitu juara satu, dua, dan tiga. Juara satu mendapatkan anggaran sebesar Rp300 juta, juara dua Rp 200 juta, dan juara tiga Rp 100 juta," katanya. Baca juga: BPBD Temanggung mendorong desa mandiri dalam penanganan bencana Ia mengatakan lomba ini dalam rangka pemberdayaan perempuan dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu indeks pemberdayaan gender. "Manajemen dari perusahaan tersebut harapannya berasal dari perempuan. Pemanfaatan bahan bakunya juga dari lokal yang dikelola oleh warga lokal, kemudian harus mempunyai prospek pemasaran sebagai indikator penilaian," katanya.