Alami hipertensi, sejumlah pejabat di Temanggung batal divaksin COVID-19

antarajateng 25-01-21 15:05 lain-lain

Temanggung (ANTARA) - Sejumlah pejabat di Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah batal melakukan vaksinasi COVID-19 pada pencanangan di Pendopo Pengayoman karena mengalami hipertensi. Bupati Temanggung M Al Khadziq di Temanggung, Senin, mengatakan sedianya pada pencananangan ini akan divaksin 10 orang, yaitu bupati, wakil bupati, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Kajari, Sekda, tokoh agama Muhammad Ziaulami (Gus Lamik), pelaku seni (Gunawan), dan Kepala BPBD. "Namun ada beberapa orang yang hari ini belum lolos termasuk saya sendiri, karena tadi waktu diperiksa ternyata tensinya melebihi ketentuan. Menurut ketentuan tensi tidak boleh lebih dari 140/90, saya ini tensinya 130/100 sehingga tidak bisa dilakukan vaksinasi hari ini," katanya. Baca juga: Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat di Banyumas divaksin COVID-19 Selain Khadiq, Kedua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto, Kajari Temanggung Sunanto, Dandim Temanggung Letkol Czi Kurniawan Hartanto, dan Sekda Temanggung Hary Agung Prabowo juga belum bisa melakukan vaksinasi karena tensinya tinggi. Khadziq menyampaikan Alhamdulillah hari ini vaksin sudah terdistribusi ke seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. "Kemarin sore distribusi sudah dilakukan ke Puskesmas Puskesmas sehingga secara teknis semua Puskesmas sudah siap untuk memberikan vaksin kepada masyarakat," katanya. Kemudian tenaga kesehatan dari Dinkes semuanya sudah dilatih untuk memberikan vaksin ini meskipun sekarang baru tahap pertama, tetapi kesiapan seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Temanggung sudah siap manakala gelombang berikutnya dilakukan vaksinasi. "Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung untuk bersiap-siap manakala nanti tahapan vaksinasi sudah sampai kepada masyarakat," katanya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo mengatakan sasaran pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Temanggung total sebanyak 673.327 jiwa, di antaranya tenaga kesehatan serta tenaga pendukung pelayanan kesehatan sejumlah 3.010 orang yang sudah terverifikasi. Ia menuturkan pihaknya telah menyiapkan tenaga vaksinator sebanyak 1.491 orang dan semuanya sudah terlatih. Vasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan vaksinasi ada 32, terdiri atas 26 Puskesmas, 4 rumah sakit serta 2 klinik yaitu Klinik Kartika di Kodim dan Klinik Bhayangkara di Polres. "Kami rencanakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 selesai dalam waktu satu tahun dan dibagi menjadi 4 tahap, tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan pendukung pelayanan kesehatan, kedua untuk tenaga pelayananan publik, ketiga untuk masyarakat yang rentan, dan keempat lansia. Masing-masing tahapan dilaksanakan 2 termin dengan tenggang waktu minimal 2 minggu," katanya. Baca juga: Pemerintah masih mengkaji mekanisme vaksinasi COVID-19 secara mandiri Baca juga: Anggaran operasional vaksinasi di Boyolali mencapai Rp7 miliar