Jokowi Ungkap Tiga Industri yang Akan Terus Bertahan

jawapos 21-01-21 12:52 ekonomi

JawaPos.com Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemerintah tengah fokus pada pengembangan industri di tengah pandemi. Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan terkait sektor yang dapat bertahan ditengah gempuran Covid-19. Jokowi menyebut, industri yang akan bertahan dan terus dikembangkan diantaranya, sektor pangan, sektor farmasi, dan sektor teknologi. Kalau ada yang bertanya industri apa sih yang akan bertahan dalam Covid ini, saya melihat dan perlu terus kita kembangkan satu pangan, kedua farmasi, rumah sakit, tiga teknologi, jasa keuangan dan pendidikan, ujarnya dalam acara CEO Forum secara virtual, Kamis (21/1). Jokowi memaparkan, terkait sektor pangan, dirinya menyinggung sektor pertanian yang masih bergantung pada impor yang jumlahnya mencapai jutaan, seperti gula, keledai, jagung, hingga bawang putih. Ia meminta agar menterinya dapat segera menyelesaikan persoalan impor yang masih membelenggu sektor pangan tanah air. Urusan gula yang masih impor jutaan, padahal kita memiliki lahan, kita memiliki resources, kedelai kita memiliki lahan yang sangat luas, jagung yang masih impor juga jutaan ton perlu diselesaikan. Bawang putih yang dulu tidak impor karena di NTB, karena di Wonosobo, Temanggung dulunya juga nanam bawang putih, sekarang tidak karena kalah bersaing ini juga harus dibenahi, ungkapnya. Selain itu, Jokowi juga mengajak para perusaahan besar untuk dapat bekerjasama dalam merangcang sebuah kolaborasi yang dapat mensejahterakan para petani. Sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan bisa kita selesaikan, imbuhnya.Baca Juga Diantarkan Para Senior dan Juniornya, Listyo: Ini Bukti Polri SolidBaca Juga: Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Pilih Tak Banyak BicaraKemudian, di sektor farmasi, Jokowi menyebut sebesar 80 hingga 85 persen industri farmasi Indonesia masih mengandalkan impor. Ia meminta agar farmasi diproduksi di Indonesia.Farmasi kita melihat juga, mungkin hampir 80-85 persen kita ini masih impor, kenapa tidak dilakukan di Indonesia, tuturnya.Sementara, di sektor teknologi, Jokowi menambahkan, kedepannya Indonesia akan a memiliki kesempatan pembangunan industri teknologi dari hulu hingga hilir, salah satunya kendaraan listrik.Ke depan memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu dan hilir untuk mobil listrik lewat lithium battery yang nikelnya kita memiliki, pungkasnya. Baca Juga Diantarkan Para Senior dan Juniornya, Listyo: Ini Bukti Polri SolidBaca Juga: Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Pilih Tak Banyak BicaraKemudian, di sektor farmasi, Jokowi menyebut sebesar 80 hingga 85 persen industri farmasi Indonesia masih mengandalkan impor. Ia meminta agar farmasi diproduksi di Indonesia.Farmasi kita melihat juga, mungkin hampir 80-85 persen kita ini masih impor, kenapa tidak dilakukan di Indonesia, tuturnya.Sementara, di sektor teknologi, Jokowi menambahkan, kedepannya Indonesia akan a memiliki kesempatan pembangunan industri teknologi dari hulu hingga hilir, salah satunya kendaraan listrik.Ke depan memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu dan hilir untuk mobil listrik lewat lithium battery yang nikelnya kita memiliki, pungkasnya. Baca Juga: Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Pilih Tak Banyak Bicara Kemudian, di sektor farmasi, Jokowi menyebut sebesar 80 hingga 85 persen industri farmasi Indonesia masih mengandalkan impor. Ia meminta agar farmasi diproduksi di Indonesia. Farmasi kita melihat juga, mungkin hampir 80-85 persen kita ini masih impor, kenapa tidak dilakukan di Indonesia, tuturnya. Sementara, di sektor teknologi, Jokowi menambahkan, kedepannya Indonesia akan a memiliki kesempatan pembangunan industri teknologi dari hulu hingga hilir, salah satunya kendaraan listrik. Ke depan memiliki kesempatan besar dalam membangun industri hulu dan hilir untuk mobil listrik lewat lithium battery yang nikelnya kita memiliki, pungkasnya.