Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Agustus 2021

kompas 19-01-21 21:30 properti

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui kelompok usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) memulai pemasangan patok trase sebagai bagian dari pembangunan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Pemasangan patok perdana trase proyek jalan bebas hambatan ini berlangsung di Desa Banyurejo, Sleman, yang merupakan Seksi 1 (Yogyakarta-Simpang Susun Banyurejo), Selasa (19/01/2021). Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul menuturkan, setelah pemasangan patok, dilanjutkan dengan proses pembebasan tanah yang akan dimulai pada Mei 2021. Kami harapkan kegiatan pembebasan lahan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan target," kata Mirza dalam keterangan tertulis, Selasa (19/01/2021). Mirza menejelaskan, dalam proses pembebasan lahan ini, kooordinasi antar-pihak terkait sangat penting dilakukan. Hal itu juga menentukan cepat atau tidaknya masa pembebasan lahan tersebut. "Dalam rangka mempercepat proses pembebasan lahan ini maka penting dilakukannya koordinasi antara JJB dengan stakeholder terkait," ujarnya. Setelah pembebasan lahan selesai, langkah selanjunya adalah proses konstruksi yang akan dimulai pada Agustus 2021 mendatang. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dirancang sepanjang 75,82 kilometer dengan nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun dan masa konsesi 40 tahun. Jalan tol ini akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,77 kilometer yang terdiri 6 Seksi yaitu: Seksi I Yogyakarta-SS Banyurejo (8,25 kilometer), Seksi II SS Banyurejo-SS Borobudur (15,26 kilometer), Seksi III SS Borobudur-SS Magelang (8,08 kilometer), dan Seksi IV SS Magelang-SS Temanggung (16,64 kilometer). Kemudian SS Temanggung-SS Ambarawa (22,56 kilometer), dan SS Ambarawa-Interchange (IC) Bawen (5,21 kilometer). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mendukung pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen agar bisa berlangsung dengan baik. Dia mengaharapkan, kehadiran tol ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Yogyakarta sebagai daerah wisata. "Ke depannya, proses pembebasan lahan juga diharapkan dapat berjalan dengan baik serta harus disosialisasikan sebagaimana mestinya, tuntas Sri Sultan Hamengku Buwono X.