Dokter Trisada Meninggal Terpapar Covid-19

magelangekspres 13-01-21 02:00 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djojonegoro Temanggung kehilangan salah satu dokter terbaiknya Senin (11/1) malam. Momen ini harus harus dijadikan pengingat agar masyarakat tak menyepelekan Covid-19. Ya, almarhumah dr Trisada semasa hidupnya merupakan salah satu dokter terbaik di RSUD Temanggung. Dedikasinya sebagai dokter umum dalam membantu semua pasien sudah tak terhitung,kata Direktur RSUD Temanggung, dr Tetty Kurniawati, kemarin. Ia mengatakan, dokter Trisada meninggal dunia karena memang mempunyai riwayat penyakit dalam dan kebetulan almarhum juga terpapar Covid-19. Selama ini almarhum juga sudah mendapatkan pelayanan medis sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Diketahui, selama pandemi Covid-19 melanda, tidak hanya almarhumah saja yang terpapar Covid-19, namun sudah lebih dari 40 tenaga kesehatan di Temanggung yang terpapar. Beberapa sudah sembuh dan sisanya masih menjalani perawatan. Sudah cukup banyak tenaga kesehatan yang terpapar, gugurnya tenaga kesehatan kali ini merupakan yang terakhir agar tidak terjadi lagi tenaga kesehatan lainnya yang gugur dalam mejalankan tugas, harapnya. Menurut dr Tetty, gugurnya almarhum ini menjadi salah satu momentum dan pengingat semua masyarakat agar tidak menyepelekan Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak kapanpun dan di manapaun berada. Baca Juga Abai Prokes, 42 Orang Terjaring Operasi Yustisi Pandemi Covid-19 ini belum berakhir, virus cukup ganas. Maka, protokol kesehatan harus tetap ditegakkan walaupun vaksin sudah disiapkan. Vaksin tidak bisa sendirian menghadapi pandemi, 3M tetap harus dijalankan, imbaunya. Sementara itu dr Djoko Agung, dokter yang merawat almarhumah selama menjalani perawatan menambahkan, meninggalnya dr Trisada dikarenakan penyakit dalam yang dideritanya dalam beberapa waktu ke belakang. Artinya, dr Trisada tidak murni meninggal karena Covid-19, melainkan mempunyai riwayat penyakit penyerta. Dokter Djoko menerangkan, dengan penyakit bawaanya, dr Trisada sudah menjalani perawatan selama 10 hari di RSUD. Almarhumah juga pernah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang. Bahkan, selama menjalani perawatan di Temanggung, tak ada gejala yang mengarah pada Covid-19. Hingga akhirnya, dr Trisada menghembuskan nafas terakhir sebelum dirujuk ke RSUP dr Kariadi kembali. Tidak ada tanda-tanda Covid,-19 yang terjadi. Senin ini, kami rencana rujuk ke RSUP dr Kariadi karena pernah dirawat di sana. Namun harus dilakukan tes swab dulu dan hasilnya positif corona. Akhirnya meninggal hari ini, ujarnya. Terpisah, Bupati Temanggung M Al Khadziq ikut berduka atas meninggalnya salah satu dokter di RSUD Temanggung. Ia menyatakan ikut berbela sungkawa dan turut mendoakan almarhumah agar husnul khatimah. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pengorbanan dan dedikasi almarhumah yang selama ini telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat berada di garis terdepan dalam melawan pandemi Covid-19 ini, katanya. Ia juga menyampaikan kesedihannya karena di saat-saat ada harapan baru dengan vaksin Covid-19 diharapkan masyarakat untuk bisa keluar dari pandemi ini, malah ada satu lagi dokter meninggal karena Covid-19.(set)