Respons Ganjar Soal Jateng Tertinggi Zona Merah & PSBB Jawa-Bali, Segera Surati Bupati & Wali Kota

tribunnews 07-01-21 08:52 nasional

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah secara resmi memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang lebih ketat di Jawa dan Bali. Pengetatan dilakukan sebagai respons tingginya kasus covid. Kegiatan yang terkena pembatasan antara lain tempat kerja dengan karyawan 75 persen, belajar mengajar daring, jam buka kegiatan pusat perbelanjaan, kapasitas tempat ibadah 50 persen, dan sebagainya. Baca juga: Update Daftar Zona Merah Covid-19 di 34 Provinsi, Jateng Terbanyak hingga Ada 9 Wilayah Baca juga: Istri Digoda Orang Nongkrong, Seorang Kades Ngamuk Bawa Massa Keroyok 2 Warga Baca juga: Inilah Daerah di Jateng yang Jalankan PSBB: Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Solo Baca juga: Hasil Liga Spanyol Athletic Bilbao vs Barcelona, Lionel Messi Menjadi Figur Sentral Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan aturan-aturan dan landasan hukum pembatasan sosial berskala besar ini. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menuturkan sosialisasi sudah mulai dilakukan jajarannya termasuk pemerintah di kabupaten/kota. Hal itu disampaikannya usai mengikuti teleconference dengan Presiden Jokowi beserta menteri dan gubernur se-Indonesia di ruang rapat kompleks Kantor Provinsi Jateng, Rabu (6/1/2021). "Ada pengetatan provinsi-provinsi di Jawa dan Bali. Sebentar lagi akan turun peraturan Menteri Dalam Negeri terkait pengetatan dalam konteks kerumunan, ada jam malam juga. Kami sudah menyiapkan dan melakukan sosialisasi apa yang akan dilakukan," kata Ganjar. Pihaknya berencana melakukan pengetatan berdasarkan teritori pemerintah. Misalnya seluruh Provinsi Jateng. Berdasarkan instruksi presiden, pengetatan dilakukan di daerah-daerah yang memiliki indikator dengan jumlah kasus covid tinggi serta butuh perhatian khusus. Ganjar menyebut ada tiga wilayah yang harus menerapkan pengetatan sesuai instruksi pemerintah pusat. Meliputi wilayah Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Jika merujuk perwilayah tersebut, artinya daerah-daerah yang berada di sekitar Kota Semarang, Kota Solo, dan Banyumas juga akan terkena imbas pengetatan. Daerah sekitar Kota Semarang antara lain Kendal, Demak, dan Kabupaten Semarang. Sedangkan daerah yang termasuk wilayah Solo Raya di antaranya Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Klaten. Sedangkan yang termasuk daerah Banyumas Raya bisa meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb). "Tiga wilayah ini jadi perhatian. Nanti juga akan dilihat ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di daerah ini. Jika tinggal sedikit nanti akan ditambah," jelasnya. Ganjar menambahkan, akan segera mengirimkan surat ke bupati dan wali kota terkait pengetatan ini. Ia juga berharap Jogo Tonggo dapat digerakkan kembali dengan menggandeng kelompok masyarakat. Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 memberikan laporan terbaru terkait peta zonasi risiko penyebaran virus corona. Dipantau dari laman covid19.go.id, Kamis (7/1/2021) pagi, disajikan secara lengkap daerah mana saja yang memiliki risiko tinggi hingga wilayah tidak terdampak. Di Indonesia, ada 57 kota/kabupaten yang masuk ke dalam zona merah risiko tinggi penyebaran Covid-19. Di mana sajakah daerah-daerah tersebut? Berikut informasi lengkapnya: 1. Aceh Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 2. Sumatera Utara Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 3. Sumatera Barat Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 4. Riau Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 5. Jambi Kota Sungai Penuh 6. Sumatera Selatan Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 7. Bengkulu Kota Bengkulu 8. Lampung Kabupaten Tanggamus 9. Bangka Belitung Kota Pangkalpinang 10. Kepulauan Riau Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 11. DKI Jakarta Kota Jakarta Utara Kota Jakarta Selatan Kota Jakarta Timur 12. Jawa Barat Kabupaten Cirebon Kabupaten Karawang Kota Bekasi Kota Depok Kota Tasikmalaya 13. Jawa Tengah Kabupaten Brebes Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Pekalongan Kabupaten Rembang Kabupaten Semarang Kabupaten Temanggung Kabupaten Kendal Kabupaten Kebumen 14. DIY Kabupaten Bantul Kabupaten Gunungkidul Kabupaten Sleman Kota Yogyakarta 15. Jawa Timur Kabupaten Blitar Kabupaten Ngawi Kabupaten Lamongan 16. Banten Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kota Tangerang Selatan 17. Bali Kabupaten Jembrana Kabupaten Tabanan Kabupaten Badung Kabupaten Gianyar Kota Denpasar 18. Nusa Tenggara Barat Kabupaten Sumbawa 19. Nusa Tenggara Timur Kota Kupang 20. Kalimantan Barat Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 21. Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Timur 22. Kalimantan Selatan Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 23. Kalimantan Timur Kabupaten Berau Kabupaten Penajam Paser Utara 24. Kalimantan Utara Kabupaten Bulungan Kabupaten Nunukan Kota Tarakan 25. Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 26. Sulawesi Tengah Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 27. Sulawesi Selatan Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 28. Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Utara 29. Gorontalo Kabupaten Bone Bolango 30. Sulawesi Barat Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 31. Maluku Kepulauan Aru Kabupaten Maluki Barat Daya 32. Maluku Utara Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. 33. Papua Kota Hayapura 34. Papua Barat Tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona merah. Dikutip dari kemkes.go.id berikut cara pencegahan Covid-19 pada level individu dan masyarakat: A. Pencegahan Level Individu Terdapat beberapa prinsip yang perlu diikuti untuk membantu mencegah COVID-19, yaitu menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara: a. Mencuci tangan lebih sering menggunakan sabun dan air setidaknya 20 detik atau pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan. b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut menggunakan tangan yang belum dicuci. c. Jangan berjabat tangan. d. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit. e. Tutupi mulut saat batuk dan bersin menggunakan lengan atas bagian dalam atau memakai tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. f. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah bepergian. g. Bersihkan dan berikan disinfektan secara berkala pada benda-benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain-lain), gagang pintu, dan lain-lain. B. Pencegahan Level Masyarakat a. Dilarang berdekatan atau kontak fisik dengan orang mengatur jarak minimal 1 meter, tidak bersalaman, tidak berpelukan dan berciuman. b. Hindari penggunaan transportasi publik (seperti kereta, bus, dan angkot) yang tidak perlu, sebisa mungkin hindari jam sibuk ketika berpergian. c. Bekerja dari rumah (Work From Home), jika memungkinkan dan kantor memberlakukan ini. d. Dilarang berkumpul massal di kerumunan dan fasilitas umum. e. Hindari bepergian ke luar kota/luar negeri termasuk ke tempat-tempat wisata. f. Hindari berkumpul teman dan keluarga, termasuk berkunjung/bersilaturahmi tatap muka dan menunda kegiatan bersama. Hubungi mereka dengan telepon, internet, dan media sosial. g. Gunakan telepon atau layanan online untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya. h. Jika Anda sakit, Dilarang mengunjungi orang tua/lanjut usia. Jika Anda tinggal satu rumah dengan mereka, maka hindari interaksi langsung dengan mereka. i. Untuk sementara waktu, anak sebaiknya bermain sendiri di rumah. j. Untuk sementara waktu, dapat melaksanakan ibadah di rumah. Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus Corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).(tribun Jateng/Tribunnews) Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar Zona Merah Covid-19 di 34 Provinsi, Terbanyak Jateng Ada 9 Wilayah, Solo Termasuk