Cerita Mistis Ahmad Soal Jalur Pendakian Gunung Perahu Via Bawang Batang, Pendaki Tersesat dan Tewas

tribunnews 04-12-20 19:02 nasional

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Masyarakat lereng Gunung Perahu di wilayah Kabupaten Batang percaya, jalur pendakian ke puncak Gunung Perahu merupakan jalur mistis. Terutama saat melintasi pos 3 menuju pos 4, di mana Kamis (3/12) lalu terjadi insiden tersesatnya tiga pendaki asal Kecamatan Tersono. Meski waktu tempuh jalur via Kecamatan Bawang ke puncak Gunung Perahu tergolong singkat, namun terkenal dengan medan berat. Baca juga: Jenita Janet Terkejut dengan Pengakuan Ivan Gunawan dan Nikita Mirzani soal Suaminya Baca juga: Pernyataan Sikap FPI Pekalongan Soal Viralnya Video Oknum Polisi Ancam Sembelih Rizieq Shihab Baca juga: Cerita Mistis Budi Sopir Truk Semarang Lihat Penampakan di Alas Roban Hingga Jalan Gaib Hutan Cepu Baca juga: Perampok di Semarang Tak Mau Kaya Mendadak, Ada Uang Rp 40 Juta di Brankas Cuma Minta Rp 1,9 Juta Adapun hingga kini terdapat dua Jalur pendakian via Kecamatan Bawang menuju puncak Gunung Perahu. Jalur tersebut ada di Desa Kalirejo dan Desa Banturan, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Menurut Kepala Desa Baturan, Ahmad Sukro, dua jalur tersebut sangat jarang dilintasi pendaki pemula. "Yang sering naik adalah pendaki senior yang benar-benar paham medan gunung," katanya, Jumat (4/12/2020). Dilanjutkannya, warga jalur dari pos 3 menuju pos 4, via Desa Baturan berdampingan dengan alam lain. "Tak hanya tiga pendaki yang tersesat Kamis lalu, pada 2007 juga pernah terjadi insiden, di mana ada pendaki hilang dan ditemukan meninggal dunia di pos 3 menuju pos 4," paparnya. Diterangakan Ahmad, jika mendaki via Desa Baturan jalan sudah setapak, namun acap kali menyesatkan pendaki. "Yang sering saat melintasi pos 3, para pendaki tersesat dan melintas ke arah Desa Kalirejo. Dan di sana harus melewati jurang serta air terjun," ucap. Ia menambahkan, jalur pendakian via Desa Kalirejo dan Baturan merupakan hutan lindung. "Vegetasinya juga masih rapat, ditumbuhi pohon besar serta semak belukar, ya karena jarang di lewati oleh pendaki," tambahnya. (bud) Baca juga: Lebih Dari 26 Ribu Warga Semarang Ikuti Kampanye Akbar Virtual Hendi-Ita Baca juga: Palsukan Resep Dokter, 10 Pengedar Ini Beli Obat Terlarang di Apotek Solo dan Sragen Baca juga: Lelang Tanah Tahun 2008 Jadi Pangkal Masalah Bos Otomotif Solo Ngamuk Tembaki Alphard Bos Tekstil Baca juga: Baru 3 Bulan Menikah, Febrianda Diringkus Satres Narkoba Polres Temanggung Karena Nyabu