Lelang Tanah Tahun 2008 Jadi Pangkal Masalah Bos Otomotif Solo Ngamuk Tembaki Alphard Bos Tekstil

tribunnews 04-12-20 16:24 nasional

Lekang Tanah Tahun 2008 Jadi Pangkal Masalah hingga Bos Otomotif Ngamuk Tembaki Alphard Bos Tekstil TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polisi ungkap motif pelaku LJ (72) menghujani tembakan pada mobil Toyota Alphard yang ditumpangi bos tekstil Solo I (72). Pengungkapan motif disampaikan langsung Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang menghadirkan sosok bos otomotif Solo, LJ (72) di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). LJ tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna biru bernomor 24 dan celana pendek. Bahkan ditampilkan juga sejumlah pistol senapan semi otomatis dan ratusan peluru. Baca juga: Baru 3 Bulan Menikah, Febrianda Diringkus Satres Narkoba Polres Temanggung Karena Nyabu Baca juga: Ikatan Cinta Makin Greget, Postingan Rendy Soal Misi Selanjutnya dari Aldebaran Curi Perhatian Baca juga: Jenita Janet Terkejut dengan Pengakuan Ivan Gunawan dan Nikita Mirzani soal Suaminya Baca juga: 5 Menit setelah Diracun Pacar Gelap, MA Meregang Nyawa Lalu Dikubur di Bawa Fondasi Rumah Ade safri menjelaskan, awal mula kasus terjadi karena LJ menggadaikan sertifikat tanah di bank. Gadai sertifikat tanah tersebut dilakukan pada tahun 2008. Lantaran tidak bisa membayar gadai sertifikat tanah, bank kemudian melakukan lelang. "Saat itu, korban I (72) ini mengikuti lelang tersebut," papar dia kepada TribunSolo.com. "Dia menang Rp 10 miliar saat itu," jelasnya menekankan. Selang delapan tahun berjalan setelah lelang tanah di bank yang dimenangkan korban I, tersangka LJ mendengar bahwa harga tanah tersebut Rp 26 miliar. "Tersangka LJ ini kemudian mengklaim dan menganggap Rp 16 miliar adalah hutang I pada dirinya," terang dia. Kemarahan LJ memuncak sehingga sampai aksi penembakan di Jalan Monginsidi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Polisi juga menyita sebanyak 150 butir peluru dari rumah tersangka. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, mereka juga sudah melakukan penggeledahan di rumah pelaku LJ (72). "Kita menyita 150 butir peluru," aku dia. Hubungan Kekerabatan Pelaku dan korban yang terseret dalam kubangan penembakan di Kota Solo ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dalam kasus ini diketahui keduanya masih memiliki hubungan keluarga. Adapun pelaku berinisial LJ (72) yang disebut bos otomotif dan korban I (72) adalah pengusaha kelas kakap alias istri bos tekstil Solo. "Istri tersangka adalah adik korban," papar dia kepada TribunSolo.com, Kamis (3/12/2020). Meskipun ada iinformasi yang beredar jika kasus tersebut gegeraka sengketa aset keluarga, Ade Safri Simanjuntak enggan membeberkannya terlebih dahulu. Berkaitan hal lain tentang tersangka belum bisa diberikan sebab masih dalam penyelidikan. "Masih diselidiki," aku dia. Adapun pelaku yang menghujani bos tekstil berinisial LJ (72) mengaku pada polisi bekerja sebagai pedagang. Mobil Toyota Alphard yang bolong karena tertembak di Jalan Monginsidi Solo, Rabu (2/11/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya) LJ menggunakan pistol semi otomatis Walther berkaliber 22 dengan menyasar super bos kaya raya pengusaha tekstil inisial I (72). Aksinya penembakan dilakukan di Jalan Monginsidi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo yang mengarahkan ke korban di dalam mobil Toyota Alphard hitam bernopol AD-8945-JP, Rabu (2/12/2020). Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga. Namun, ketika dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian, pelaku mengaku sebagai seorang pedagang. "Keterangan yang didapat dari tersangka saat kita periksa, profesi yang bersangkutan adalah pedagang," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (3/12/2020). Berkaitan dengan informasi motif yang dilakukan LJ karena adanya konflik keluarga. Polisi belum menjawabnya, mereka masih melakukan pendalaman. Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, pelaku dan korban sama-sama 'orang besar' dengan kekayaan berlimpah alias Crazy Rich Solo. Pelaku merupakan sosok tidak asing dengan bisnis kain yang kemudian merambah dunia otomotif dengan perusahaan terkenalnya di kawasan Kecamatan Jebres. Dia adalah 'raja otomotif' merek dagang tertentu berinisial JY (72). Tapii dia sebelumnya menjadi pengusaha kain lalu beralih ke bisnis otomotif. Sementara korban tidak lain yakni 'super bos' kaya raya pemilik salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia yang berada di Jaten Kabupaten Karanganyar. Korban yakni I (72) yang merupakan istri pendiri dan pemilik bisnis tekstil kenamaan. Peluru di Mana-mana Sebelumnya diberitakan, sebanyak 8 peluru menghujani mobil Toyota Alphard hitam bernopol AD 8945 JP milik I (72) di Jalan Monginsidi, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (2/12/2020). Peluru tersebut ditembakkan pelaku berinisial LJ (72) menggunakan pistol semi otomatis Walther kabiber 22. Akibatnya, beberapa bagian mobil milik pengusaha tekstil asal Kecamatan Jebres, Kota Solo berinisial I (72) berlubang. Kaca spion dekat kursi sopir menjadi satu bagian mobil yang berlubang akibat tembakan. Tembakan proyektil peluru yang melewati bagian tersebut tembus sampai jok penumpang bagian depan. Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan tidak ada korban jiwa akibat aksi koboi tersebut. "Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil yakni mobil," kata Ade, Rabu (2/12/2020). Dari tangan pelaku, sambung Ade, polisi berhasil mengamankan pistol Walther saat melakukan penangkapan. Selain itu, juga ada tiga magazen yang diamankan polisi. "Menyita barang bukti berupa 1 pistol jenis Walther berikut 3 magazen dan 62 butir peluru yang belum digunakan," ucap Ade. (*) Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Terjawab Sudah, Alasan Bos Otomotif Solo Ngamuk Menembaki Mobil Adiknya, Perkara Bagi-bagi Tanah