Temanggung Zona Merah Corona, Pekan Lalu Sudah Muncul 100 Kasus Baru

tribunnews 01-12-20 21:11 nasional

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Naiknya status Covid-19 menjadi zona merah di Temanggung mengharuskan Pemerintah Daerah membatasi kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Meski tidak menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sepenuhnya, Pemkab Temanggung masih memperbolehkan kegiatan sosial maupun keagamaan tetap berlangsung dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan. Kepala Divisi Komunikasi dan Informasi Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Gotri Wijianto mengatakan, pihaknya saat ini berupaya untuk mendisiplinkan kembali masyarakat agar taat dengan protokol kesehatan. Seperti halnya pembatasan hajatan, tahlilan, ziarah, kondangan maupun kegiatan sosial lainnya maksimal hanya bisa diikuti 50 orang. Itu pun pihak penyelenggara harus menerapkan protokol kesehatan ketat agar kegiatan tetap bisa dilaksanakan. "Sesuai surat dari Gubernur Jateng, (kegiatan sosial) maksimal dibatasi 50 orang. Kemudian Satgas kecamatan dan desa serta Satgas Jogo Tonggo bertugas mendisiplinkan lagi kegiatan yang ada di masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan," terangnya, Selasa (1/12/2020). Kata Gotri, pengetatan kembali kegiatan yang ada di masyarakat dikarenakan adanya peningkatan kasus yang begitu pesat. Ia mencontohkan, dalam pekan lalu, terjadi tambahan 100 kasus baru terkonfirmasi Covid-19. Hal ini menjadi perhatian khusus Pemkab Temanggung untuk bisa menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19 agar tidak memperparah keadaan di masyarakat. Gotri melanjutkan, selain pembatasan kegiatan sosial, Satgas Covid-19 juga menerapkan beberapa kebijakan lain untuk menstabilkan pertumbuhan kasus. Seperti, menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka, mengimbau dewan masjid dan takmir agar mengetatkan protokol kesehatan di tempat ibadah, dan mengharuskan pegawai perkantoran melakukan tes swab manakala terdapat kasus di lingkungan perkantoran. "Protokol kesehatan tidak boleh lagi diabaikan. Karena Covid-19 belum selesai dan saat ini belum ada obatnya. Bupati juga telah mengintruksikan apabila ditemukan pegawai kantor positif Covid-19, semua pegawai lain harus dilakukan tes swab dan WFH sambil menunggu hasilnya," tegasnya. Dengan pembatasan ini, nantinya semua kegiatan harus berizin Satgas Covid-19 setempat. Tim Satgas yang akan memastikan dan mendisiplinkan warga selama berlangsungnya kegiatan. (Sam)