Ruwat Rawat Borobudur Dilakukan Secara Virtual

detik 24-11-20 20:23 travel

Magelang - Komunitas pelestari budaya dunia, Brayat Panangkaran Borobudur menggelar Ruwat Rawat Borobudur (RRB) secara virtual. Hal ini dilakukan karena pandemi COVID-19. Ruwat Rawat Borobudur sendiri sedianya dilangsungkan mulai 9 Februari hingga 21 April 2020. Kemudian, dalam rangkaian Ruwat Rawat Borobudur ini ada 21 kegiatan dan yang baru terlaksana 9 kegiatan. Salah satu kegiatan yakni pentas kesenian yang sedianya diikuti 221 kelompok kesenian. Kemudian, pementasan dibagi dalam lima rayon. Namun baru berlangsung di dua rayon karena pandemi Corona, kemudian sisanya dilanjutkan secara virtual. "Festival Ruwat Rawat Borobudur ini diikuti 221 kelompok kesenian yang mendaftar sebelum bulan Februari. Sudah kami jadwalkan untuk mengikuti pentas di empat rayon, sebenarnya waktu itu lima rayon, ada rayon Gabahan, Pasanggrahan, Windusari, Temanggung dan Borobudur sendiri. Tapi karena pandemi ini baru terlaksana rayon Gabahan dan Windusari, kemudian sisanya dilanjutkan secara virtual dan hari ini adalah finalnya," kata Eri Kusuma Wardani, salah satu panitia Ruwat Rawat Borobudur kepada wartawan di Balai Konservasi Borobudur (BKB), Selasa (24/11/2020). Baca juga: Antisipasi Hujan Abu, 56 Stupa Candi Borobudur Ditutupi Terpaulin Menurut Eri, 221 kelompok kesenian tersebut datang dari berbagai daerah seperti Boyolali, Kendal, Temanggung dan Magelang itu sendiri. Dari kelompok kesenian ini sudah diseleksi secara virtual, kemudian hari ini adalah final yang sedianya diikuti 16 kelompok, namun hanya 14 kelompok yang mengirimkan videonya. "Jadi 221 kelompok kesenian itu datang dari berbagai daerah, ada dari Boyolali, dari Kabupaten Kendal, dari Temanggung, kemudian Magelang sendiri. Nah itu, sudah kami seleksi termasuk kemarin ada seleksi virtualnya dan hari ini sebenarnya ada 16 keseniannya, tapi yang masuk dan memberikan video ke kami hanya 14 saja," ujarnya. Tujuan dari festival ini, katanya, lebih pada upaya pelestarian kesenian tradisi yang ada di Magelang dan juga sekitarnya. Adapun pelestarian ini menjadi salah satu visi misi dari Warung Info dari Brayat Panangkaran. "Tujuan dari festival ini kami lebih pada pelestarian kesenian tradisi yang ada di Magelang utamanya, tapi juga yang ada di sekitarnya ada Temanggung, kebetulan dari Kendal juga masuk ke final. Nah pelestarian ini sebagai wujud dari visi kami, dari Warung Info dari Brayat Panangkaran dan juga sekolah lapangan untuk menyelaraskan kebudayaan serta tangible dan intangible karena kami punya Borobudur. Kami punya tradisi, kami punya kesenian, nah kami lestarikan dengan acara Ruwat Rawat Borobudur yang salah satunya yaitu kegiatan festival kesenian rakyat," kata dia. Baca juga: 3 Negara Asia Tenggara yang Kaya Wisata Sejarah Selanjutnya: Pelestarian Tetap Dilakukan Walau Tengah Pandemi