Keseruan Anak-anak Main Dolanan Tradisional di Tengah Gempuran Gadget

detik 15-11-20 14:45 travel

Kudus - Di tengah gempuran gadget dan permainan digital, ternyata permainan tradisional masih digemari anak-anak. Di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus berupaya untuk melestarikan permainan tradisional. "Kegiatan ini ada taman dolanan, kita memperkenalkan kembali pada anak - anak. Ini permainan zaman dulu, punya nilai, dan mereka dekat biar tidak hp terus," kata Panitia Kampung Budaya Piji Wetan Rhy Husaeni kepada wartawan ditemui di lokasi, Minggu (15/11/2020). Dari pantauan detikcom, terlihat anak-anak tengah asik bermain permainan tradisional. Berbagai macam permainan tradisional disiapkan oleh pihak panitia. Mulai dari permainan sawahan, egrang, dakon, hingga lompat tali. Terlihat anak-anak silih berganti mencoba permainan tradisional tersebut. Di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19, anak-anak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker. Baca juga: Desa Wisata Tanjungrejo yang Asyik di Kudus, Baru Nih!Anak - anak di Dukuh Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus tengah asik bermain permainan tradisional, Minggu (15/11/2020) Foto: Dian Utoro Aji/detikcom Taman dolanan tradisional lanjut Husaeni merupakan satu rangkaian dari Kampung Budaya Piji Wetan. Tujuannya untuk melestarikan dan mengenalkan kepada generasi muda. Apalagi saat ini permainan tersebut mulai pudar karena kecanggihan dunia digital. "Tujuan sebenarnya khususnya melestarikan budaya Muria dan di Kudus pada umumnya. Tapi sekarang paling giatkan sebisa mungkin memperkenalkan kebudayaan itu asik. Pendekatan acara modern," ujar dia. Panitia Kampung Budaya Piji Wetan Ali Ahmadi menambahkan konon di Dukuh Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe sebagai pusat bermain leluhurnya ketika kecil. Dengan begitu, pihaknya kembali mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda. "Di sini, tempatnya untuk menghidupkan tempat ini supaya ramai. Dulu di sini kegiatan mbah-mbah kita di sini. Sehingga kita angkat kembali untuk pengetahuan agar dolanan tradisional tidak ketinggalan," jelas Ali. Baca juga: Mengenal Sejarah Tradisi Golok-golok Menthok di Kudus Tidak hanya itu, permainan tradisional kata dia banyak makna. Seperti permainan egrang. Menurutnya permainan itu mengajarkan untuk keseimbangan. "Jadi bapak dulu mengajarkan lewat dolanan tradisional, seperti eggrang ini berarti untuk keseimbangan. Kemudian juga lompat tali, ada sawahan, dolanan dakon, dan lainnya," ujar dia. Salah satu anak, Yoga (10) mengaku senang bisa bermain permainan tradisional. Dia mengaku mencoba permainan egrang. Dia pun mengaku baru pertama kali bermain egrang. "Senang, tadi main dolanan egrang. Baru pertama kali. Ternyata asik," kata Yoga. Simak Video "Permainan Tradisional Anak Temanggung"